Jumat, 24 April 2026

Banjir di Semarang

Banjir Semarang: Perjalanan Kereta Api Dibatalkan, Rendam Puluhan Rumah Hingga Dua Mahasiswa Tewas

Akibat banjir di Stasiun Semarang Tawang, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) membatalkan empat perjalanan kereta api.

Tribunnews.com/HO
Susana kawasan Stasiun Tawang,Semarang, Jawa Tengah terendam banjir akibat curah hujan tinggi, Minggu (1/1/2023). 

9. KA 73A Brawijaya dengan relasi Malang - Semarang Tawang - Gambir diputar perjalanannya menjadi Malang - Solo Balapan - Purwokerto - Cirebon - Gambir

10. KA 74A Brawijaya dengan relasi Gambir - Semarang Tawang - Malang diputar perjalannya menjadi Gambir - Cirebon - Purwokerto - Solo Balapan - Malang

Puluhan Rumah Warga Terendam

Puluhan rumah warga di Kelurahan Tawangmas, Kota Semarang, terendam banjir dengan ketinggian air yang beragam.

Menurut Lurah Tawangmas, Rusmanto (55), hujan deras yang menguyur wilayahnya sejak subuh membuat 10 RW di Kelurahan tersebut terdampak banjir.

"Kita itu punya 10 RW, semuanya kena, tapi yang tertinggi atau terdalam di wilayah RW 7, RW 8 sama di RW 9," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (31/12/2022).

Ketinggian banjir yang menggenangi seluruh RW di kelurahan tersebut beragam, ada yang semata kaki, ada yang selutut dan ada yang satu meter.

Baca juga: Stasiun Tawang Semarang Terendam Banjir, Penumpang di Pasar Senen Menumpuk Imbas Kereta Terlambat

"(Ketinggian air paling tinggi) tadi pagi satu meter lebih, kalau sekarang sudah agak surut. Kalau sekarang sudah berkurang, sekitar 70, 60-an cm,"

Tingginya air yang menggenagi RW 7, membuat puluhan rumah warga terendam banjir

"Kalau rumah di RW 7 saja yang terendam ada sekitar 80, jumlah rumahnya ada 110-an," ujarnya.

"Itu padahal juga sudah banyak rumah yang ditingikan, tapi tetap (samping) kanan, kiri (rumah) dan jalan terendam, walaupun (dalam) rumahnya tidak kebanjiran," sambungnya.

Selain merendam rumah, banjir juga merendam kendaraan milik warga.

"Kendaraan motor tidak kita hitung, itu banyak," ucapnya

Rusmanto juga telah memonitor dan menawarkan warganya yang ingin dievakuasi.

"Kita mendata warga yang mau dievakuasi, tapi kebanyakan banyak yang tidak mau di evakuasi karena mengangap wilayahnya bisa di tingali," katanya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved