Pesawat Susi Air Dibakar di Papua
Polri: Pembebasan Pilot Susi Air Terkendala Komunikasi
Selama tiga pekan penyanderaan, berbagai pihak, termasuk Polri terus mengupayakan pembebasan Philips.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ashri Fadilla
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pilot Susi Air, Philips Max Mehrtens hingga kini masih berada dalam penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Terhitung sudah lebih dari tiga pekan dirinya disandera, sejak Selasa (7/2/2023).
Baca juga: Dandim Yahukimo dan Prajurit TNI Ditembak, Inilah Daftar Serangan KKB Papua ke Aparat Sepanjang 2023
Selama tiga pekan itu, berbagai pihak, termasuk Polri terus mengupayakan pembebasan Philips.
Namun kondisi sinyal yang sulit di Lanny Jaya, Papua Pegunungan membuat komunikasi sedikit terhambat.
"Memang yang menjadi kendala utama di daerah Lanny Jaya itu sinyal susah. Jadi kalau mau berhubungan harus mencari titik tertentu yang bisa menjangkau komunikasi," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (3/3/2023).
Kemudian medan yang sulit juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pembebasan Pilot Susi Air tersebut.
"Untuk menempuh satu titik ke titik koordinat yang lain kan juga butuh waktu, butuh perjuangan, butuh effort yang sangat tinggi lah," kata Dedi.
Baca juga: Pihak Susi Air Tegaskan Kelompok Penyandera Tidak Komunikasi Apapun Kepada Perusahaan
Meski demikian, sang pilot dapat dipastikan masih dalam keadaan baik.
Meski tiga minggu berada dalam penyanderaan, keselamatannya masih terus diprioritaskan selama upaya negosiasi.
"Meskipun sudah tiga minggu, tapi upaya soft approach, artinya bahwa komunikasi antara Pemda dan KKB itu yang masih diutamakan dulu adalah keselamatan pilot," ujarnya.
Sekedar informasi, pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK BVY telah hilang kontak sesaat usai mendarat di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan.
Baca juga: Pihak Susi Air: Kelompok Penyandera Tidak Komunikasi Apapun Kepada Perusahaan
Maskapai milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu diduga dibakar pihak tertentu.
Representatives Susi Air, Donal Fariz, pun membeberkan kronologinya.
"Selasa tanggal 7 Februari 2023 pukul 06.35 WIT telah terjadi lost contact pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY di Bandara Paro sekitar pukul 06.17 pada saat melaksanakan penerbangan dengan rute Timika - Paro - Timika dengan membawa 5 penumpang dan barang bawaan dengan total muatan 452 kg," kata Donal melalui keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Selasa (7/2/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kadiv-humas-polri-irjen-dede-prasetyo-beri-keterangan-tragedi-ka_20221003_132945.jpg)