Sabtu, 11 April 2026

Gempa Berpusat di Yogyakarta

Update BMKG: Catat 44 Kali Gempa Susulan Guncang Bantul, Terbesar M 4,2

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) catat 41 gempa susulan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Suci BangunDS
Twitter @DaryonoBMKG
Update dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), catat 44 gempa susulan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Sabtu (1/7/2023) pukul 08.00 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 44 gempa susulan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Gempa susulan tersebut, terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Bantul pada Jumat (30/6/2023) pukul 19.57 WIB. 

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (1/7/2023) pagi. 

Dari keterangan tertulisnya, hingga pukul 08.00 WIB, ada 44 gempa susulan di Bantul

Dari 44 gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar adalah M 4,2.

"Hingga 1 Juli 2023 pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 44 gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M 4,2," katanya. 

Baca juga: Update Gempa 6,4 Magnitudo di DIY: Gunung Kidul Paling Terdampak, Atap Taman Budaya hingga RS Rontok

Sebelumnya, gempa pertama berada di 94 km Barat Daya Bantul dengan titik kedalaman gempa 12 km.

Mengutip Twitter @infoBMKG, gempa kembali terjadi dengan kekuatan 3,5 M.

Gempa susulan pertama ini terjadi sekira pukul 20.19 WIB.

Kemudian, gempa susulan kedua terjadi pada pukul 20.25 WIB dengan kekuatan 3,4 M. 

Selanjutnya, Gempa susulan terjadi lagi pada pukul 20.31 WIB dengan kekuatan 4,2 M. 

Kekuatan gempa susulan keempat mengalami penurunan dengan 3,4 M yang terjadi pukul 20.58. 

Terkait hal tersebut, masyarakat pun dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian, warga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved