Minggu, 12 April 2026

Maba UIN Raden Mas Said Surakarta Diminta Daftar Pinjol saat Ospek, Ini Kata Rektor hingga DEMA

UIN Raden Mas Said Surakarta, Jawa Tengah, jadi sorotan lantaranyan mahasiswa barunya diminta daftar pinjol saat ospek

Editor: Daryono
Kolase Tribunnews.com/TribunSolo.com/Anang Maruf
Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Raden Mas Said Surakarta didesak mundur oleh Aliansi Mahasiswa Independen. 

TRIBUNNEWS.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Jawa Tengah, jadi sorotan lantaran mahasiswa baru (Maba) diminta untuk mendaftar aplikasi pinjaman online saat Masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023 atau ospek.

Para maba tersebut diminta mendaftar pinjol oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa atau DEMA.

Diketahui, aplikasi pinjaman online tersebut merupakan sponsor dalam kegiatan PBAK 2023.

Total ada 3 ribu mahasiswa yang diminta registrasi.

Pihak kampus pun angkat suara mengenai kabar tersebut.

Mengutip TribunSolo.com, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Mudofir telah mengambil langkah terkait permasalahan tersebut.

Baca juga: Fakta DEMA UIN Surakarta soal Ospek Gandeng Pinjol: Rektor Sudah Tegur hingga Terancam Drop Out

Mudofir mengatakan, pihak kampus telah melakukan pemanggilan serta menegur DEMA.

"Pimpinan telah melakukan pemanggilan dan teguran terhadap DEMA dan SEMA UIN Raden Mas Said Surakarta," jelas Mudofir, Senin (7/8/2023).

Ia menambahkan, pelaksanakan PBAK 2023 UIN Raden Mas Said Surakarta telah dianggarkan serta dibiayai oleh kampus.

Pihaknya juga meminta panitia membatalkan kerjasama dengan pihak yang berpotensi merugikan kampus.

Mudofir menerangkan, pihak DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta bergerak sendiri untuk mencari sponsor tanpa adanya laporan kepada kampus.

"Jika terjadi pelanggaran dalam praktik pencarian sponsorsip oleh DEMA dan SEMA, akan diselesaikan oleh Dewan Kode Etik Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta," tegas Mudofir.

Terancam DO

TribunSolo.com mewartakan, DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta terancam drop out (DO).

Mudofir memastikan, akan ada sidang kode etik kepada mahasiswa yang terlibat, termasuk DEMA.

"Saat ini kami sudah koordinasi dengan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan akan menyelidiki permasalahan tersebut termasuk memanggil DEMA," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved