Sabtu, 6 Juni 2026

Pengakuan Maba UIN Surakarta, Dipaksa Panitia Daftar Pinjol, Foto KTP hingga Data Diri Diserahkan

Mahasiswa Baru UIN Surakarta dipaksa mendaftar pinjol oleh panitia ospek. Mereka diwajibkan menyerahkan foto KTP dan data diri.

Tayang:
Editor: Abdul Muhaimin
dok.
Ilustrasi pinjol. Terungkap kerja sama antara Dema UIN Surakarta dengan perusahaan pinjol dilakukan secara ilegal. Para mahasiswa baru dipaksa mendaftar aplikasi pinjol 

Dewan etik akan membahas sanksi apa yang tepat untuk dijatuhkan kepada Dema.

"Dewan kode etik itu hanya rapat ketika indikasi kuat bahwa ada kesalahan pelanggaran aturan atau hukum yang harus diberi sanksi. Kita beberapa kali melakukan rapat ya. Seperti kasus pembuahan," katanya.

"Jadi ketika dewan kode etik rapat pasti nanti ada sanksi," jelasnya.

Dia menyatakan pihak yang paling terkait munculnya kegaduhan ini pun disebut berpotensi mendapatkan sanksi sedang atau berat.

Karena memang, sanksi ringan itu hanya diberikan kepada civitas akademika yang melakukan pelanggaran ringan, seperti ke kampus mengenakan sandal.

Selain itu, kalau potensi sanksi ringan tersebut, dewan Kode Etik tak sampai harus menggelar rapat koordinasi.

"Kalau (sanksi) sedang, dicutikan paksa. Kalau berat ya DO (Drop out). Kalau terkait organisasi, seperti tuntutan mahasiswa. Copot ketua Dema," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Maru UIN Solo Minta Dema Tanggung Jawab Keamanan Data yang Terdaftar Pinjol: Hapus dari Aplikasi

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Geger Ospek UIN Solo Disponsori Pinjol: Maba Dipaksa Senior Serahkan Foto Selfie KTP ke Pinjol

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved