Terungkap Keseharian Pasutri dan Putrinya yang Diduga Tewas Bunuh Diri di Pakis Malang
Ketua RT setempat cukup kaget mendengar satu keluarga ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan dan menyisakan satu orang anak saja
Namun, dari luar, ia melihat keluarga ini seperti tidak ada permasalahan.
Tak hanya Dodik dan Iswahyudi saja yang menyebutkan bahwa satu keluarga dikenal sosok yang ramah dan taat beribadah.
Hal ini juga disampaikan oleh salah satu wali murid teman korban yang meninggal dunia R (12).
Siang ini, wali murid yang biasa disapa Bopo ini mengunjunjungi TKP bersama anaknya, yang merupakan teman korban R.
Bopo kerap bertemu dengan ibu korban, S saat pertemuan wali murid di sekolah.
"Saya nggak nyangka aja, ibu ini sering ngajak saya solat. Bopo ayo ibadah dulu," kata pria berkacamata itu.
Selain itu, ia mengenal sosok S sebagai orang yang mau berbaur dengan orang tua murid lainnya.
"Bukan orang pendiam (ibunya) kalau di sekolah," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Dusun Borobugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ditemukan tewas, diduga karena mengakhiri hidup.
Sosok kepala keluarga adalah seorang guru SD berinisial W (38).
Ia ditemukan tewas bersama istri dan satu anaknya pada Selasa (12/12/2023)
W meninggal di rumah sakit, istrinya, S (35) dan seorang anaknya AKE (13) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
Korban ditemukan di dalam rumah di RT 03 Rw 10 Dusun Borobugis Desa Sapto Renggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sementara satu anak mereka lainnya masih hidup.
Kabar mengejutkan dugaan bunuh diri ini bermula dari laporan warga hari ini sekitar pukul 8.30 WIB.
Peristiwa ini terungkap setelah warga mendatangi rumah korban ketika mendengar teriakan salah satu anak dalam keluarga itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bunuh-diriq1we.jpg)