Terungkap Keseharian Pasutri dan Putrinya yang Diduga Tewas Bunuh Diri di Pakis Malang
Ketua RT setempat cukup kaget mendengar satu keluarga ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan dan menyisakan satu orang anak saja
Catatan Redaksi:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Luluul Isnainiyah
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Tewasnya satu keluarga, ayah, ibu, dan putrinya di Dusun Boro Bugis, Desa Sapto Renggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengejutkan warga setempat.
Apalagi warga sangat mengenal keluarga yang mengontrak di rumah itu sebagai sosok yang ramah dan taat beribadah.
Sepupu W (44), yakni Dodik Wokanubun mengenal sosok W kerap salat berjamaah di masjid setempat.
"Bapaknya rutin ke masjid. Kadang juga ikut tahlilan kalau ada acara di tetangga sekitar," terang Dodik.
Ketua RT 03 RW 10, Iswahyudi mengatakan, dirinya sering melihat W pergi ke masjid.
Rumah Iswahyudi hanya berjarak sekira 15 meter dari rumah korban.
Baca juga: Heboh Penemuan Mayat Pasutri dan Putrinya di Pakis Malang, Korban Tinggalkan Pesan di Kaca Toilet
"Waktu salat ikut salat. Terakhir saya melihat kemarin malam pas orangnya pergi ke masjid," kata Iswahyudi.
Selain dikenal taat beribadah, satu keluarga tersebut juga dikenal sosok keluarga yang ramah.
Dikatakan Iswahyudi, sebelum berangkat mengajar, W selalu menyapanya ketika melintas di depan rumahnya.
Ia cukup kaget mendengar satu keluarga ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan dan menyisakan satu orang anak saja.
Ia tidak mengetahui apa motif W beserta istri dan anaknya melakukan dugaan bunuh diri.
Namun, dari luar, ia melihat keluarga ini seperti tidak ada permasalahan.
Tak hanya Dodik dan Iswahyudi saja yang menyebutkan bahwa satu keluarga dikenal sosok yang ramah dan taat beribadah.
Hal ini juga disampaikan oleh salah satu wali murid teman korban yang meninggal dunia R (12).
Siang ini, wali murid yang biasa disapa Bopo ini mengunjunjungi TKP bersama anaknya, yang merupakan teman korban R.
Bopo kerap bertemu dengan ibu korban, S saat pertemuan wali murid di sekolah.
"Saya nggak nyangka aja, ibu ini sering ngajak saya solat. Bopo ayo ibadah dulu," kata pria berkacamata itu.
Selain itu, ia mengenal sosok S sebagai orang yang mau berbaur dengan orang tua murid lainnya.
"Bukan orang pendiam (ibunya) kalau di sekolah," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Dusun Borobugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ditemukan tewas, diduga karena mengakhiri hidup.
Sosok kepala keluarga adalah seorang guru SD berinisial W (38).
Ia ditemukan tewas bersama istri dan satu anaknya pada Selasa (12/12/2023)
W meninggal di rumah sakit, istrinya, S (35) dan seorang anaknya AKE (13) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
Korban ditemukan di dalam rumah di RT 03 Rw 10 Dusun Borobugis Desa Sapto Renggo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sementara satu anak mereka lainnya masih hidup.
Kabar mengejutkan dugaan bunuh diri ini bermula dari laporan warga hari ini sekitar pukul 8.30 WIB.
Peristiwa ini terungkap setelah warga mendatangi rumah korban ketika mendengar teriakan salah satu anak dalam keluarga itu.
Menurut Iswahyudi, keluarga W memiliki 2 anak, yang merupakan anak kembar.
"Mereka tinggal berempat, anaknya dua, kembar, sekolahnya masih SMP, tapi beda sekolah," papar Iswahyudi, Selasa (12/12/2023).
Satu anak dari keluarga W selamat, bahkan satu anak korban inilah yang meminta tolong pada warga sekitar sehingga peristiwa bunuh diri berrsama keluarga itu diketahui.
"Anaknya yang satu itu teriak minta tolong, dan gedor-gedor pintu, karena pintunya dikunci," ungkap Iswahyudi. (Tribun Jatim/Ani Susanti/Luluul Isnainiyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bunuh-diriq1we.jpg)