Minggu, 31 Mei 2026

Gempa Sumedang

Kisah Dian Selamatkan Bayinya Saat Gempa Sumedang Mengguncang, Reruntuhan Timpa Badan Tak Dirasa

epanikan menyelimuti ibu muda bernama Dian Haerani (25) saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang Sumedang.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Dian Haerani (25) menggendong bayinya di tenda pengungsian Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (1/1/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Kepanikan menyelimuti ibu muda bernama Dian Haerani (25) saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12/2023) malam.

Ketika gempa mengguncang, dirinya sedang berada di warung.

Begitu tanah yang dipijaknya terasa bergoyang, ia teringat dengan anaknya yang ditinggal sendirian di rumah.

Tanpa pikir panjang, ia lantas berlari dari warung ke rumahnya untuk menyelamatkan buah hatinya yang masih berusia 4 bulan.

Meskipun di rumah ada suami, Dian ingat ketika dirinya pamit berbelanja ke warung, suaminya sedang berada di kamar mandi.

Baca juga: Fakta Gempa M 4,8 Sumedang di Penghujung Tahun 2023, Sempat Diwarnai Hoaks, Ini Kata BPBD

"Tak ingat apa-apa kecuali anak saya. Saya lari, masuk rumah," kata Dian saat ditemui di tenda pengungsian Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat, Senin (1/1/2024).

Ia tak peduli dengan reruntuhan yang mengenai badannya saat masuk ke dalam rumah dan bergegas menyelamatkan anaknya.

"Sudah terasa ada reruntuhan jatuh ke badan, tapi tak dirasa. Saya raih anak saya lalu keluar lagi," ucap Dian.

Baca juga: Ratusan Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi ke Halaman Akibat Gempa, Keluarga Pasien Sempat Panik

Anaknya yang bernama Ardan Fauzan selamat, begitu juga Dian dan suaminya.

Ketiga anaknya yang sedang berada di luar rumah ketika gempa terjadi pun selamat.

"Kaget sekaget-kagetnya. Itu gempa yang pertama. Dari gempa itu ke gempa-gempa susulan, kami sudah berada di lapangan," kata Dian.

Dian mengatakan, seluruh anggota keluarganya dinyatakan lengkap berkumpul pada pukul 21.30 WIB semalam.

Dian dan bayinya harus tidur di tenda pengungsian yang dibangun BPBD Sumedang.

Dia mengatakan, untuk tidur di tempat terbuka, tak jadi soal baginya.

"Buat saya sih enggak masalah, tapi kasihan ke anak. Udara dan anginnya beda kalau malam," katanya.

Dia berharap tak ada lagi gempa susulan.

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumedang pada Minggu (31/12/2023), sejak siang hingga malam hari.

Tercatat, Menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama bekekuatan magnitudo 4,1 terjadi pada pukul 14.35 WIB.

Gempa terjadi ketika hujan deras sedang mengguyur sejumlah wilayah di Sumeang.

Kedua, magnitudo gempa 3,4 terjadi pada pukul 15.38 WIB.

Ketiga, gempa berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi pukul 20.34 WIB.

Lalu gempa keempat terjadi menjelang pergantian tahun baru 2023 ke 2024, yakni sekitar pukul 23.24 WIB.

Gempa menimbulkan sejumlah dampak seperti kerusakan rumah dan retakan pada dinding bangunan RSUD Sumedang (Paviliun, VIP, dan Sakura) serta dinding bagian dalam Terowongan Kembar Tol Cisumdawu.

Belum dilaporkan adanya korban jiwa. Hanya dilaporkan tiga orang korban luka.

Penulis: Kiki Andriana

Artikel ini telah tayang di Tribunpriangan.com dengan judul Cerita Dian Selamatkan Bayi dan Anak saat Gempa Sumedang: Terasa Reruntuhan Jatuh ke Badan Saya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved