Kamis, 21 Mei 2026

TikTokers Viral Diadang Pemuda Diduga Preman di Cirebon, Asep: Saya Bukan Preman

Pemuda asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, ini memberikan klarifikasi atas video yang viral di media sosial.

Tayang:
Istimewa
Asep Maulana (kanan), warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, didampingi Kapolsek Depok, AKP Afandi membuat video klarifikasi atas tudingannya sebagai seorang preman dengan memalak tiktoker bernama Sifful yang sedang menjalankan misinya menuju Jakarta dengan berjalan kaki di jalur Pantura, tepatnya di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon sambil live streaming TikTok 

TRIBUNNEWS.COM - Viral di media sosial, seorang TikTokers sedang berjalan kaki menuju Jakarta tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok pemuda yang diduga preman.

Aksi tersebut terjadi di Jalur Pantura, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Ternyata para pemuda yang mengadang tersebut bukanlah preman.

Satu di antara para pemuda yang mengadang, Asep Maulana, memberikan klarifikasi.

Ia juga membantah tudingan sebagai seorang preman yang memalak Tiktokers tersebut.

Pemuda asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, ini memberikan klarifikasi atas video yang viral di media sosial.

Video klarifikasinya pun viral di media sosial.

Dilihat Tribun pada Kamis (8/8/2024) dini hari, Asep menyatakan bahwa tindakannya tersebut semata-mata untuk menjaga keamanan lingkungan.

"Jadi, pemberitaan terhadap diri saya yang lagi viral di medsos itu terkait premanisme, pemerasan atau pemalakan itu tidaklah benar, saya siap dikonfrontasi," ujar Asep melalui video klarifikasinya, Kamis.

Ia mengaku, pada malam kejadian, dia bersama teman-temannya sedang berjaga di poskamling dan merasa khawatir dengan keramaian yang muncul tiba-tiba.

"Kami secara responsif adanya keramaian di situ, kami khawatir ada geng motor, maka kami mendatangi mereka dan saya pribadi tidak tahu kegiatan mereka," ucapnya.

Baca juga: Pengakuan Audrey Davis Soal Dirinya Pemeran Video Syur yang Viral hingga Respon David Bayu

Menurut Asep, saat bertanya kepada para tiktoker tentang kegiatan mereka, ia merasa tidak berkenan untuk direkam tanpa izin.

"Saya katakan 'kalian kalau mau merekam izin dulu'. Saya paham, kalau di fasilitas umum memang semua orang bisa merekam, tapi untuk berkenannya seseorang direkam harus izin dulu ke orang tersebut, kan begitu," jelas dia.

Lebih lanjut, Asep menyarankan agar kegiatan semacam itu sebaiknya dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk menghindari potensi bahaya.

"Maka saya mengimbau kepada tiktoker, kalau ingin membuat konten di jalan yang mengundang banyak massa, harus koordinasi dulu sama kepolisian, baik di resor dan polsek," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved