Sabtu, 30 Agustus 2025

Distribusi Elpiji 3 Kg

Warga Pulau Sebesi Lampung Terancam Menyeberang Laut jika Stok Elpiji di Agen Habis

Warga Pulau Sebesi, Lampung Selatan, terancam harus menyeberangi lautan untuk dapatkan pasokan elpiji bila stok di agen habis

Dokumen Pertamina Patra Niaga
TABUNG GAS LPG - Penampakan tabung gas LPG 3 kilogram yang mulai dikeluhkan masyarakat sulit dicari. Pemerintah Indonesia memberlakukan larangan bagi pengecer, termasuk warung, untuk menjual elpiji 3 kilogram, Sabtu (1/2/2025). Warga Pulau Sebesi, Lampung Selatan, terancam sebrangi lautan apabila stok LPG 3 kilogram di warung dan agen habis 

TRIBUNNEWS.COM - Kebijakan baru penjualan elpiji 3 kilogram (kg) membuat warga Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Lampung, dihadapkan dengan kesulitan untuk memperoleh gas melon.

Di kebijakan baru ini, warung dilarang menjual gas elpiji 3 kg.

Hal tersebut membuat warga Pulau Sebesi terancam harus menyeberangi laut untuk mendapatkan pasokan elpiji jika stok di agen habis.

Syamsiar, Kepala Desa Pulau Sebesi menuturkan, selama ini warganya bergantung pada warung untuk mendapatkan elpiji.

"Di sini sudah 90 persen warga memasak pakai gas, ya biasanya beli di warung," ungkap Syamsiar, dikutip dari Kompas.com.

Warung yang menjual gas elpiji tersebut dipasok langsung oleh agen penyalur dari pulau terdekat.

Agen tersebut, ujar Syamsiar, selalu berkeliling ke pulau-pulau sekitar untuk memasok gas ke warung pengecer.

Namun, akhir-akhir ini pasokan gas ke warung mengalami kendala.

"Dalam sebulan terakhir, stok di agen agak tersendat, dari yang biasanya seminggu sekali dipasok menjadi satu bulan sekali," katanya.

Dari masalah pasokan ini, apabila stok di agen habis, warung tak bisa menjual elpiji.

"Soalnya warga lebih sering membeli gas di warung," tambahnya.

Baca juga: Kebijakan Bahlil Batasi Pembelian Elpiji 3 Kg Picu Antrean Warga, di Tangerang Mengular

Syamsiar menjelaskan, apabila dalam kondisi kehabisan stok, pemilik warung biasanya melakukan pembelian secara kolektif ke daratan Lampung Selatan.

"Mereka (pemilik warung) patungan buat ongkos kapal ke Dermaga Canti, lalu beli gas di pangkalan di sana," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga mengaku aturan baru yang melarang warung berjualan elpiji ini cukup memberatkan warga.

"Kalau di agen stoknya banyak ya nggak masalah, nah kalau habis gimana? Ya terpaksa harus nyeberang buat beli gas," keluh Adnan, warga sekitar.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan