Sabtu, 30 Agustus 2025

Wartawati Dibunuh Oknum TNI

Curhatan Juwita Sebelum Ditemukan Tewas, Keluhkan Watak Calon Suami

Sebelum ditemukan meninggal dunia, jurnalis Juwita sempat curhat ke rekan kerjanya kalau calon suaminya sosok yang temperamental dan cemburuan.

Kolase: BanjarmasinPost.co.id/Istimewa dan X @BNN Kota Banjarbaru
WARTAWAN PEREMPUAN TEWAS - (Kiri) Juwita, seorang jurnalis media online meninggal di jalan arah ke Kiram di kawasan Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru arah Kiram, Sabtu (22/3/2025) dan (Kanan) Foto Juwita semasa masih hidup. 

Subpraja bahkan belum pernah bertemu dengan J.

"Kalau saya pribadi tidak mengenal dengan pelaku. Kalau saudari saya atau adik saya memang sudah mengenal," jelasnya.

Subpraja menjelaskan setelah prosesi lamaran tersebut, keluarga sudah mempersiapkan untuk pernikahan Juwita dengan J.

"Dari kami pribadi, memang sudah ada mempersiapkan (prosesi pernikahan) sedikit demi sedikit." 

"Rencananya bulan Mei (pernikahan), tapi tanggal pastinya saya nggak tahu," sambung Subpraja.

Diketahui, Juwita ditemukan tewas di pinggir jalan di kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Sabtu (22/3/2025) lalu.

Ia diduga dibunuh oleh J, kekasihnya sendiri.

Namun, keberadaan J yang berpangkat Kelasi Satu ini masih menjadi misteri.

Pasalnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan, dari laporan yang ia terima, Kelasi J tidak meninggalkan satuannya di Lanal Balikpapan sejak Senin (17/3/2025).

"Apakah betul Kelasi J itu pelakunya? Ini baru informasi awal dari pihak keluarga, karena memang J diketahui adalah pacar korban. Kita harus menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," ujar Kristomei dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).

Baca juga: Sosok Wartawati Juwita di Mata Dosen Semasa Masih Berkuliah: Mahasiswi Cerdas dan Penuh Empati

Kini, J menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Lanal Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kristomei meminta masyarakat untuk bersabar dan jangan berasumsi terlebih dahulu.

"Mohon bersabar, jangan berasumsi terlebih dahulu. Jika ternyata J tidak bersalah, tentu kita tidak ingin ada pihak yang dirugikan akibat opini yang berkembang," tambahnya.

Apabila memang benar J adalah pelaku pembunuhannya, maka akan dihukum seberat-beratnya.

"Kalau memang terbukti dia pelakunya, tidak ada ampun. Hukum seberat-beratnya akan dijatuhkan," tegas Kristomei.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan