Senin, 11 Mei 2026

Didominasi Primata, 25 Satwa Serahan Warga Dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa BBKSDA Riau

Menhut Raja Juli Antoni meninjau kawasan konservasi BBKSDA Riau yang memiliki 25 satwa dikarantina, di antaranya 6 primata, 6 mamalia dan 3 aves.

Tayang:
dok. Kemenhut RI
KONSERVASI SATWA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau Pusat Penyelamatan Satwa Balai Besar KSDA Riau, Jumat (25/4/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau saat ini memiliki 25 satwa yang dikarantina.

Satwa tersebut meliputi 16 primata, 6 mamalia dan 3 aves.

Satwa-satwa ini merupakan hasil serahan masyarakat kepada BBKSDA.

Mereka dirawat, dipantau kesehatannya dan akan dilepaskan jika kondisinya sudah memungkinkan.

Adapun BBKSDA Riau diketahui bekerja sama dengan yayasan milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sempat meninjau kawasan konservasi BBKSDA Riau untuk melihat klinik satwa dan kandang karantina, Jumat (25/4/2025).

Salah satunya, melihat seekor Burung Kaka Tua yang menjalani medical check up (MCU) di ruang operasi.

Dalam kesempatan itu, Site Manager Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Ponco Prabowo menjelaskan kepada Menhut bahwa balai konservasi ini memiliki 2 dokter dan 4 perawat satwa.

"Ada 2 tenaga medis dokter hewan dan 4 perawat satwa," kata Ponco dikutip dari laman Kemenhut RI, Sabtu (26/4/2025).

PPS ini dilengkapi fasilitas kandang karantina, kandang pemeliharaan, kandang isolasi, gudang pakan, klinik dan ditunjang alat-alat kesehatan hewan.

"Falitias perawatan meliputi kandang karantina, kandang pemeliharaan, kandang isolasi, gudang pakan. Fasilitas kesehatan yakni klinik dan alat-alat kesehatan," lanjutnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved