Minggu, 31 Agustus 2025

Polisi Gadungan Tipu Polisi Asli, Anggota Polres Probolinggo Rugi Belasan Juta, Dijanjikan Mutasi

Pria asal Tangerang, Banten ini jadi polisi gadungan untuk tipu polisi asli. Modusnya dengan menawari bantuan mutasi. Yang belasan juta melayang

SURYA.CO.ID/LUHUR PAMBUDI
POLISI GADUNGAN - Tersangka MS saat diinterogasi Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya, Kompol Rizki Santoso, Rabu (21/5/2025). Pria asal Tangerang, Banten ini jadi polisi gadungan untuk tipu polisi asli. Modusnya dengan menawari bantuan mutasi. Yang belasan juta melayang 

TRIBUNNEWS.COM - Niat ingin pindah supaya lebih dekat dengan keluarga, anggota polisi yang berdinas di Polres Probolinggo, Jawa Timur justru kena tipu polisi gadungan hingga ratusan juta.

MS (22), pemuda asal Tangerang diringkus jajaran Polsek Tegalsari, Surabaya, Jatim, usai menipu anggota polisi.

Berbekal seragam polisi berpangkat AKP, MS menipu anggota polisi asli dengan modus bantuan mengurus proses mutasi.

Mengutip Surya.co.id, ternyata MS menawarkan bantuan tersebut sambil meminta imbalan belasan juta rupiah.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki Santoso mengatakan, kecurigaan korban mulai muncul ketika Surat Telegram Rahasia (STR) untuk kepindahan tak kunjung turun.

"Pelaku berjanji bisa memindahkan korban dari Polres Probolinggo ke Polres Lamongan,"

"Namun, setelah uang diberikan, korban tak kunjung memperoleh mutasi sesuai keinginan," ujar Kompol Rizki, Rabu (21/5/2025).

Ia menuturkan, MS ternyata kerap mengaku sebagai polisi yang berdinas di Mabes Polri, Polda Metro Jaya, hingga Ditreskrimsus Polda Jatim.

Tak hanya dari kalangan polisi saja, korbannya juga ada yang dari masyarakat sipil.

Salah satunya ED (28), warga Surabaya.

ED yang merupakan teman satu komunitas pelaku ini mengaku bisa menukarkan uang Rp 135 juta menjadi pecahan uang bernominal kecil.

Baca juga: 6 Fakta Polisi Gadungan Rampok dan Aniaya Warga Banyuwangi: Punya Atribut Polri, Korban Disetrum

Kepada ED, MS mengaku mempunyai kenalan di kantor perbankan.

Namun, setelah ditransfer, MS tiba-tiba menghilang.

Kompol Rizki menuturkan, MS juga sempat menukarkan uang sejumlah Rp40 juta ke nominal yang lebih kecil dan menyerahkannya ke korban.

Namun, saat diminta sisanya, MS selalu berkelit dan sempat berpindah kos untuk menghilangkan jejak.

"Ternyata, setelah kami interogasi, uang tersebut sudah dihabiskan pelaku dan dipakai kebutuhan pribadi," jelas Rizki. 

Ia menuturkan, MS mendapatkan pakaian dinas Polri dengan cara membelinya secara online.

"Bajunya banyak macam, ada yang baju Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jatim," jelasnya. 

MS juga paham soal kepangkatan hingga serba-serbi mutasi Polri karena kerap mengobrol dan berteman dengan beberapa anggota polisi di tempat asalnya.

"Dia sengaja mencari teman polisi untuk membaca situasi, aturan dan hal-hal yang berkaitan dengan kepolisian. Bekal dari pertemanan itu, sehingga dia berani mencoba menjadi polisi gadungan dan menipu para korbannya," pungkasnya. 

Anggota Polisi Gadungan Aniaya Warga Banyuwangi

Sementara itu, di Banyuwangi, seorang warga dianiaya dan hartanya dirampas oleh komplotan polisi gadungan.

Salah satu pelaku bernama Hairul Anwar pun telah diringkus jajaran Polresta Banyuwangi.

Mengutip TribunJatim.com, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Samtama Putra mengatakan, kasus ini bermotifkan pelaku yang jengkel perkara kripto.

Ia menuturkan, satu komplotan ini beranggotakan enam orang.

Pihak kepolisian saat ini telah menangkap pria bernama Hairul Anwar.

Baca juga: Modus Pengawalan, Bupati Serang Terpilih Ratu Rachmatu Zakiyah Hampir Kena Tipu Paspampres Gadungan 

Sementara lima tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Anwar sendiri merupakan otak dari aksi ini.

Anwar sendiri mengaku sebagai polisi dengan pangkat kompol dari Mabes Polri.

Aksi Anwar cs dilakukan pada 11 April 2025 lalu.

Saat itu, Anwar bersama lima tersangka lainnya datang ke Banyuwangi dengan menarget korban yang berinisial CH.

"Kejadian pada 11 April di rumah korban," ujar Rama.

Setibanya di rumah tersangka, Anwar cs mengaku sebagai anggota Mabes Polri.

Di rumah tersangka, mereka bertemu dengan suami korban karena korban masih tidur siang.

Setelah mengenalkan diri sebagai polisi yang menangani sebuah perkara, para tersangka langsung mendatangi tempat tidur korban.

"Korban yang sedang tidur ditarik, dipaksa ke ruang kerja, diborgol, diintimidasi, dan dirampas barang-barangnya," katanya.

Tersangka juga sempat menyengat korban dengan aliran listrik saat kejadian.

Setelah menyiksa korbannya, para tersangka kabur dengan membawa barang berharga korban.

Seperti empat laptop, sembilan HP, hingga motor dan surat-suratnya.

Tersangka juga menguras rekening korban senilai Rp16 juta.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Polisi Surabaya Bekuk Polisi Gadungan yang Tipu Polisi Asli, Kerugian Tembus Ratusan Juta dan di TribunJatim.com dengan judul Cara Sadis Komplotan Polisi Gadungan Rampas Harga Warga Banyuwangi, Korban Sempat Disetrum

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Surya.co.id, Luhur Pambudi)(TribunJatim.com, Aflahul Abidin)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan