Selasa, 6 Januari 2026

Polisi Pastikan Kabar Bobotoh Meninggal di Kericuhan Yogyakarta Adalah Hoaks

Polda DIY pastikan kabar Bobotoh meninggal di kericuhan Yogyakarta adalah hoaks. Publik diminta tak terpancing info provokatif.

|
Editor: Glery Lazuardi
ISTIMEWA
Kerusuhan pecah usai laga PSIM vs Persib di Yogyakarta. Bus Bobotoh dirusak, suporter dievakuasi, puluhan orang diamankan polisi. 

TRIBUNNEWS.COM - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan kabar meninggalnya suporter Persib Bandung, Bobotoh, dalam kericuhan di Yogyakarta pada Minggu (24/8/2025) malam adalah hoaks. 

Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya rekaman suara viral di media sosial yang menyebut adanya korban jiwa akibat aksi sweeping antarsuporter. 

Polisi menegaskan tidak ada korban meninggal dalam insiden tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi provokatif yang belum terbukti kebenarannya.

Kericuhan terjadi usai pertandingan pekan ketiga Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta dan Persib Bandung di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Laga berakhir imbang 1–1, dengan tensi tinggi di lapangan dan suasana panas di luar stadion.

Meski ada larangan suporter tamu hadir di stadion, oknum Bobotoh tetap datang ke Yogyakarta, sebagian besar tanpa atribut resmi Persib.

Bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepak bola Persib Bandung, yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia.

Istilah ini berasal dari bahasa Sunda, yang berarti “orang yang menghidupkan semangat kepada orang yang hendak berkelahi atau bertanding”

Penyebab kerusuhan diduga karena tabrakan bus.

Beredar kabar bahwa bus rombongan Bobotoh menabrak warga atau suporter PSIM, yang memicu amarah dan aksi balasan.

Polisi masih menyelidiki kebenaran informasi ini dan belum mengonfirmasi secara resmi.

Narasi di media sosial menyebut adanya aksi sweeping oleh suporter yang mencari dan mengonfrontasi kelompok lawan.

Rekaman suara viral memperlihatkan seorang pria mengaku diserang dan dilempari di Yogyakarta.

Ada dugaan bahwa oknum Bobotoh membawa senjata tajam, yang memicu serangan balik dari suporter PSIM.

Suasana panas pasca pertandingan, ditambah kehadiran suporter tamu di luar stadion, memperbesar potensi gesekan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved