Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
7 Fakta Demo Ricuh di Makassar, Gedung DPRD Dilalap Api Renggut 4 Nyawa
Berikut fakta-fakta demo ricuh di Makassar, Jumat (29/8/2025), gedung DPRD hangus terbakar akibatkan empat orang meninggal dunia.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Aksi demonstrasi terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025).
Aksi demonstrasi ini berakhir ricuh hingga terjadi pembakaran dua gedung yakni gedung DPRD Sulawesi Selatan dan DPRD Makassar, Jumat (29/8/2025).
Dua gedung itu berada di pusat kota Makassar dan jaraknya sekitar 2,5 kilometer.
Si jago merah dengan cepat membakar gedung wakil rakyat itu, sedangkan petugas pemadam kebakaran (damkar) takut untuk memadamkan api.
Amuk massa di Makassar ini dampak dari kematian pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang meninggal dunia usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brigade Mobil (Brimob) di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Akibat demonstrasi yang berakhir ricuh ini, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya terluka.
Berikut 7 fakta demo ricuh di Makassar, dilansir Tribun-Timur.com:

1. Kronologi Kericuhan
Kejadian bermula saat massa membobol masuk ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Jumat.
Saat demonstrasi terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan DPRD sedang melangsungkan Rapat Paripurna soal Jawaban Wali Kota Makassar terhadap Perubahan APBD 2025 di Lantai 3 Gedung DPRD.
Menurut saksi mata, Suryadi Maswatu, saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membacakan laporannya, suara keributan muncul dari lantai dasar.
Saat itu, para legislator dan seluruh peserta forum mulai grasak-grusuk, namun Munafri tetap menyelesaikan laporannya.
Baca juga: Daftar Fasilitas Umum Dibakar saat Demo di Jakarta, Ada 7 Halte Transjakarta dan 7 Gerbang Tol
"Pas selesai dan mau penandatanganan berita acara anggota dewan sudah berteriak akhiri paripurna. Akhrinya semua bubar karena suara massa semakin dekat," ungkap Suryadi kepada Tribun-Timur.com.
2. Wali Kota Dievakuasi
Lantaran situasi yang kian tidak kondusif, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dievakuasi lewat pintu belakang DPRD Makassar.
Suryadi menjelaskan mobil Wali Kota Makassar sempat diamankan oleh sopirnya.
Saat para demonstran mulai berkerumun di depan Gedung DPRD Makassar, sopir spontan membawa mobil tersebut menembus puluhan massa.
Sopir memarkir mobil tersebut di belakang Kantor DPRD Makassar, tepat di depan pintu musala DPRD.
"Pak Wali tidak pakai mobil dinas, tidak juga pakai patwal, pakai mobil pribadi," ungkap Suryadi.
3. Empat Orang Tewas
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
BPBD mencatat, delapan pegawai jadi korban dalam insiden terbakarnya Gedung DPRD Makassar, Jumat malam.
Empat di antaranya meninggal dunia, satu masih kritis, dan tiga lainnya mengalami luka.
4. Identitas Korban Meninggal dan Penyebab Kematian
Adapun identitas korban meninggal yakni Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful (43); anggota Satpol PP, Budi Haryadi (30); Fotografer Humas DPRD, Muhammad Akbar Basri alias Abay; dan Staf Anggota DPRD Andi Tenri Uji, Sarinawati (26).
Syaiful dan Budi Haryadi meninggal setelah lompat dari lantai 4 atau atap gedung DPRD Makassar.
Baca juga: 4 Korban Tewas saat Demo di Jakarta dan Makassar, Affan Kurniawan Dilindas Mobil Rantis Brimob
Keduanya mencoba menyelamatkan diri di tengah kepungan asap dan api yang sudah mencapai puncak gedung.
Sementara Abay dan Sarinawati ditemukan tak bernyawa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau gedung DPRD yang terbakar.
Keduanya berada di ruangan yang sama saat kejadian, tepatnya di lantai 3 DPRD Makassar.
Abay dan Sarinawati bersembunyi saat massa merengsek masuk ke dalam ruangan gedung tersebut.

5. Mobil Wakil Walikota Makassar dan Anggota Dewan Ikut Terbakar
Sementara itu, mobil milik Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Mobil itu hangus dilalap si jago merah dan hanya tersisa puing-puing.
Kendaran-kendaraan lainnya milik anggota DPRD juga tak tersisa.
Mobil Dinas Sekretaris DPRD Rahmat Mappatobba, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Arlin Ariesta hingga beberapa camat tinggal rangka.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makkassar, Muhammad Rheza mengungkapkan, empat motor milik Petugas Dishub ikut dibakar.
"Empat motornya anggotaku kodong (dibakar)," ungkap Rheza di grup Media SKPD Balaikota.
"Banyaknya mobil disitu kodong, semua SKPD ada di DPR," timpa Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Nielma Palamba.
6. Total 67 Mobil Terbakar
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M Fadli mengatakan, total 67 mobil terbakar dalam insiden tersebut.
"Terkait kerugian materi, di DPRD Kota Makassar tercatat ada 67 unit mobil yang terdampak," katanya, Sabtu (30/8/2025), dilansir Tribun-Timur.com.
Sementara untuk kendaraan roda dua yang terbakar masih dalam perhitungan pihaknya.
"Belum bisa dipastikan jumlahnya karena sebagian bangkai motor sudah diambil warga semalam,” ungapnya.
7. Kondusif Jelang Subuh
Kondisi Kota Makassar berangsur kondusif pada Sabtu sekira pukul 04.30 Wita, atau sebelum azan Subuh berkumandang.
"Situasi kita nyatakan aman terkendali sebelum azan subuh," kata Komandan Resimen Militer (Danramil) Panakkukang, Mayor TNI Mappanyukkang kepada Tribun-Timur.com, Sabtu pagi.
"Jam 3 subuh baru Pangdiv, Gubernur dan Ketua DPRD tinggalkan lokasi," sambungnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Wali Kota Makassar Munafri Dievakuasi, DPRD Terbakar Saat Rapat Paripurna
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Tribun-Timur.com/Siti Aminah/Renaldi Cahyadi)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.