Senin, 27 April 2026

Fakta-Fakta Penemuan Mayat Pacet-Cangar Mojokerto: Alumni Universitas Trunojoyo Dimutilasi 65 Bagian

Tragedi Pacet-Cangar: jasad Tiara Angelina Saraswati, alumni Universitas Trunojoyo, dimutilasi hingga 65 potongan tubuh.

|
Editor: Glery Lazuardi
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Suasana pencarian potongan tubuh korban mutilasi di Pacet-Cangar, Mojokerto, yang kini telah terungkap identitasnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Penemuan jasad manusia dalam puluhan potongan tubuh di kawasan Pacet-Cangar, Mojokerto, Jawa Timur mengungkap tragedi mengerikan yang mengguncang publik. 

Korban diketahui seorang perempuan muda, alumni Universitas Trunojoyo, yang hidup mandiri di Surabaya sebelum ditemukan dalam kondisi dimutilasi hingga 65 bagian. 

Polisi kini memburu pelaku yang diduga memiliki hubungan dekat dengan korban.

Identitas Korban 

Identitasnya baru terungkap setelah proses identifikasi forensik, mengarah pada jejak akademis dan kehidupan mandiri yang dijalani di kota besar.

Korban adalah perempuan berusia 25 tahun yakni Tiara Angelina Saraswati alias TAS, kelahiran Pacitan 12 Agustus 2000 warga Desa Made, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan, Jatim.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama saat dikonfirmasi membenarkan, korban mutilasi di Pacet-Cangar sudah diketahui.

Identitas korban terungkap dari hasil identifikasi pergelangan tangan kanan korban, yang ditemukan Satreskrim Polres Mojokerto dengan Tim K9 Polri di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

"Temuan potongan tubuh manusia di Pacet, Mojokerto dengan ditemukannya potongan pergelangan tangan korban oleh tim K9 Polri, kami berhasil mengidentifikasi identitas korban," kata Fauzy, Minggu (7/9/2025).

Menurut Fauzy, Polisi menelusuri identitas korban hingga menemukan rumah orang tuanya di Lamongan.

Kedua orang tua yang bersangkutan meyakini anaknya menjadi korban mutilasi.

"Korban (Mutilasi) adalah seorang perempuan, umur kurang lebih 25 tahun. Korban kelahiran Pacitan, keluarganya tinggal di Lamongan," ucap dia. 

Dari keterangan pihak keluarga, sambung Fauzy, korban usai lulus sarjana prodi Manajemen Universitas Trunojoyo, Madura kemudian kos di Kota Surabaya, tepatnya di Lakarsantri.

Korban dengan keluarganya sangat jarang berkomunikasi.

Polisi kini memburu pelaku mutilasi yang diduga kuat merupakan orang terdekat korban.

"Dari informasi keluarga yang bersangkutan sangat minim, karena  jarang berkomunikasi dengan korban. Namun kita mengantongi identitas dari pacar korban, nanti kita dalami," pungkas Kasat Reskrim AKP Fauzy.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved