Senin, 13 April 2026

Suhu Panas Ekstrem di Cirebon Tembus 37,6 Celsius, Warga Ramai-ramai Ngadem ke Minimarket

Fenomena panas terik seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi pada masa pancaroba. Biasanya, siang hari terasa sangat panas sofe hari turun hujan.

Editor: willy Widianto
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
SUHU PANAS - Suhu panas di Cirebon, Jawa Barat membuat warga mengeluh dan memilih masuk ke minimarket. 

Ringkasan Berita:
  • Suhu tertinggi tercatat 37,6 derajat celsius di Jatiwangi
  • Posisi matahari yang berada di selatan equator menyebabkan peningkatan suhu di wilayah Jawa, termasuk Cirebon
  • Tutupan awan yang minim membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa penghalang

 

 

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Masyarakat Cirebon, Jawa Barat mengeluhkan cuaca panas ekstrem menyengat yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Bahkan pada Rabu(15/10/2025) suhu tertinggi tercatat 37,6 derajat celsius di Jatiwangi.

Baca juga: Sampai Kapan Cuaca Panas Berakhir? Ini Prediksi Musim Hujan dari BMKG

Guna menghindari cuaca panas warga Cirebon memilih masuk ke dalam minimarket. "Akhir-akhir ini panasnya Cirebon nggak kira-kira,tolop-tolop. Saya saja harus mencari tempat adem makanya suka ke minimarket sekadar menurunkan suhu panas," ujar Maruli salah satu warga Cirebon.

Prakirawan BMKG Kertajati, Dyan Anggrainy mengatakan bahwa peningkatan suhu udara dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh posisi matahari yang kini berada di selatan garis khatulistiwa.

“Kondisi suhu tinggi selama beberapa hari terakhir ini disebabkan karena posisi Matahari mulai bergerak ke selatan garis equator. Artinya, posisi matahari sedang berada di atas wilayah Jawa,” ujar Dyan.

Menurutnya, posisi matahari yang berada di selatan equator menyebabkan peningkatan suhu di wilayah Jawa, termasuk Cirebon.

Ditambah lagi, tutupan awan yang minim membuat sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa penghalang.

“Sedikitnya tutupan awan di wilayah Jawa juga menyebabkan tidak adanya penghalang yang menutup sinar matahari secara langsung, sehingga pada siang hari terasa lebih terik dibanding biasanya,” ucapnya. 

Dari hasil pengamatan BMKG, suhu tertinggi di wilayah Ciayumajakuning tercatat mencapai 37,6°C di Jatiwangi pada 14 Oktober 2025.

Sementara di Penggung, Cirebon dan Kertajati, suhu maksimum tercatat mencapai 35,2°C.

“Kondisi ini masih berpotensi terjadi sepanjang bulan Oktober ini,” ujar dia.

Baca juga: Semarang dan Sekitarnya Bakal Diserang Cuaca Panas Ekstrem, Suhu Tembus 38 Derajat Celsius

Dyan menjelaskan, fenomena panas terik seperti ini merupakan hal yang wajar terjadi pada masa pancaroba. Biasanya, siang hari terasa sangat panas, namun berpotensi turun hujan pada sore hingga malam hari.

“Kejadian seperti ini biasa terjadi saat pancaroba. Siangnya panas terik seperti beberapa hari ini, dan berpotensi hujan saat sore-malam,” katanya.

Baca juga: Pakar Ingatkan Waspada Cuaca Panas Ekstrem, Mulai Heat Stroke, Dehidrasi, hingga Gangguan Jantung 

 

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul 'Panas Tolop-tolop di Cirebon, Matahari Terasa Menusuk Kulit, Ini Penjelasan BMKG Kertajati' 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved