Senin, 4 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

4 Guru SD di Cisarua Bandung Barat Diduga Keracunan Usai Cicip MBG

Sebanyak 345 siswa maupun guru terdata di posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tayang:
Editor: Erik S
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
TEMANI MURID - Kepala SD Negeri 1 Barukai, Supriatna (baju putih), saat menjenguk muridnya yang dirawat di Posko Keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/10/2025). 
Ringkasan Berita:
  • 4 Guru SD dirawat diduga karena keracunan MBG
  • 345 siswa maupun guru terdata di posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua
  • Siswa mulai merasakan gejala keracunan saat malam

 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT - Empat guru di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, dirawat karena diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG).

Kepala SD Negeri 1 Barukai, Supriatna, mengatakan, dua guru yang dibawa ke posko keracunan adalah Feni Shaila dan Bella Nurfadilah.

"Ada dua orang guru di kami, yang satu sudah dirujuk ke rumah sakit, yang dirujuk itu Ibu Feni," kata Supriatna di Posko SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, Rabu (15/10/2025).

Baca juga: 132 Siswa Keracunan MBG di Bandung Barat: Tangisan Pilu Korban hingga Ambulans Hilir Mudik Semalaman

Supriatna mengungkapkan, hanya Feni yang ikut mencicipi menu MBG pada Selasa (14/10/2025).

"Yang satu tidak tahu, karena sugesti atau memang lagi tidak enak badan, karena kemarin tidak mencicipi MBG. Tapi ada gejala, kita bawa saja ke sini biar ditangani," ungkap Supriatna.

Selain guru SD Barukai, Supriatna juga mengonfirmasi ada dua guru dari SD Negeri 1 Garuda yang dibawa ke Posko Keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua.

"Betul tadi memang ada dua guru dari SD Garuda yang ditangani di sini," ujarnya. 

Ratusan Siswa Diduga Keracunan

Sebanyak 345 siswa maupun guru terdata di posko keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mereka berasal dari sejumlah sekolah yang menerima dan mengonsumsi MBG pada Selasa (14/10/2025).

"Total keseluruhan pasien dari kemarin hingga sampai tadi jam 12 siang sekitar 345 siswa," kata Koordinator Lapangan Posko SMPN 1 Cisarua, Aep Kunaefi, Rabu (15/10/2025).

Aep mengungkapkan, siswa yang mengalami keracunan MBG berasal dari sejumlah sekolah baik di tingkat SD, SMP, maupun SMK. Mayoritas mereka mengalami gejala keracunan seperti, mual, pusing, dan muntah-muntah.

Baca juga: 16 Siswa SMPN 1 Colomadu Jateng Keracunan MBG, Korban Mual dan Muntah 

Selain posko SMP Negeri 1 Cisarua, korban keracunan MBG juga dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari RSJ Cisarua, Klinik Adven, Rumah Sakit Karisma Cimareme, Puskesmas Jayagiri, Rumah Sakit Dustira Cimahi, Klinik Pindad Cibogo Lembang, RSUD Lembang, RS Cibabat, Klinik Mustofa Cilame, dan Klinik Mustofa Panaris.

"Sekitar 60 masih ditangani di sejumlah faskes maupun posko, memang paling banyak dirujuk ke RSUD Lembang," ungkapnya.

Data sementara menunjukkan bahwa, ada 285 telah diperbolehkan kembali ke rumah usai mendapatkan penanganan medis.

"Pendataan masih terus berlangsung," tandasnya.

Selain siswa, setidaknya ada 4 guru yang dibawa ke posko keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua. Dua guru berasal dari SD Negeri 1 Barukai dan dua guru lainnya berasal dari SD Negeri 1 Garuda.

Terkapar Lemah

Sejumlah siswa SMKN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkapar lemah di Posko Keracunan MBG di SMPN 1 Cisarua. Mereka dirawat karena mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/10/2025).

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, mereka terlihat lemas tak berdaya, didampingi oleh orang tuanya. Bahkan, sebagian siswa diinfus dan terus mendapat pemantauan dari petugas kesehatan.

Hingga saat ini, mereka masih banyak yang mendapat perawatan di posko tersebut. Sebagian harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit yang tersebar di wilayah Bandung Barat, karena kondisinya tak kunjung membaik.

"Makan MBG kemarin, tapi baru terasa pusing dan sakit perut tadi jam 11, terus langsung dibawa ke sini (posko)," ujar siswa SMKN 1 Cisarua, Karlina Novia Putri (15), saat ditemui di Posko SMPN 1 Cisarua, Rabu.

Novia mengaku mengonsumsi semua menu MBG itu karena tidak ada hal aneh yang dirasakan. Bahkan beberapa saat setelah makan MBG pun dia mengaku tidak merasakan gejala apapun.

"Menunya nasi, ayam, terus tahu, sama sayuran. Itu dimakan semua, tapi gejala dirasakan setelah jangka waktu yang lama gitu," kata Karlina.

Humas SMKN 1 Cisarua, Yeyet Sri Mulyanawati, mengatakan, sejumlah siswa mendapatkan menu MBG pada Selasa (14/10/2025) siang, tetapi pada saat itu dipastikan tidak merasakan gejala apapun.

Baca juga: Cegah Keracunan MBG, 10 Ribu Penjamah Pangan Diturunkan BGN

"Sesudah memakan menu MBG siswa SMKN 1 Cisarua tidak merasakan gejala apapun karena memang siswa menerima MBG saat siang hari sekitar pukul 11.30 WIB," ucap Yeyet.

Namun pada Selasa malam, kata dia, ada empat siswa yang mengalami gejala keracunan. Mereka langsung ditangani di Posko SMPN 1 Cisarua. Mayoritas mengalami gejala berupa mual, pusing, hingga sesak napas.

"Sampai saat ini setidaknya ada 79 orang siswa SMKN 1 Cisarua yang mengalami gejala keracunan. Siswa merasakan gejalanya pada saat Rabu pagi," katanya.

Sedangkan untuk mempermudah penanganan semua siswa yang mengalami keracunan tersebut, pihaknya telah mengimbau semua orang tua siswa untuk melaporkan kondisi kesehatan anaknya ke petugas.

"Sekarang enggak belajar tapi tidak keluar sekolah agar mudah ketika ada siswa yang merasakan gejala keracunan supaya segera mendapatkan penanganan," ucap Yeyet. (*)

 

 

 

Penulis: Rahmat Kurniawan

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Update Jumlah Keracunan MBG di Cisarua Bandung Barat, 4 Guru Jadi Korban Setelah Mencicipi

dan

Pusing hingga Sakit Perut, Sejumlah Siswa SMKN 1 Cisarua Terkapar Lemah di Posko Keracunan MBG

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved