Mahasiswa UNUD Bali dan Mahasiswi UIN Solo Tewas Setelah Jatuh dari Gedung Kuliah
Dua mahasiswa dari UNUD dan UIN Solo tewas jatuh dari gedung kampus dalam waktu berdekatan, dugaan masalah psikologis mencuat.
Ringkasan Berita:Dua mahasiswa dari UNUD Bali dan UIN Raden Mas Said Solo tewas tragis setelah jatuh dari gedung kampusMahasiswa UNUD berinisial TAS (22) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai 4Mahasiswi UIN Solo nekat lompat dari rooftop lantai 5 gedung laboratorium
TRIBUNNEWS.COM - Dua mahasiswa dari dua perguruan tinggi berbeda tewas tragis setelah jatuh dari gedung kuliah masing-masing. Insiden itu terjadi dalam waktu berdekatan.
Peristiwa pertama, mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana (UNUD) inisial TAS (22) tewas jatuh dari lantai 4 pada Rabu 15 Oktober 2025 pagi.
Peristiwa kedua, seorang mahasiswi UIN Raden Mas Said Surakarta ditemukan tergeletak tak sadarkan diri setelah nekat loncat dari rooftop gedung kampus, Jumat (17/10/2025) sekira pukul 10.00 WIB.
Mahasiswa UNUD Bali Tewas
Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana (UNUD) inisial TAS (22) tewas jatuh dari lantai 4.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu 15 Oktober 2025 pagi menjadi teka-teki apakah korban terpeleset atau sengaja melompat di gedung fakultasnya. Namun, SKY (48) ibu TAS mengaku sudah merasakan perubahan perilaku pada anaknya.
“Terkait dengan kejadian tersebut, ibu korban mengikhlaskan kematian korban karena belakangan ini memang ada perubahan perilaku korban sehingga pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi saat dihubungi Tribun Bali, pada Kamis (16/10).
Firasat kurang baik sudah dirasakan ibu korban sejak 5 bulan lalu. Diungkapkan ada perubahan perilaku di mana terkadang anaknya bersikap tidak seperti biasanya.
Karena merasakan hal kurang baik, oleh sebab itu SKY datang ke Bali menemani TAS selama kuliah di Bali. Ihwal perubahan perilaku, SKY sudah mendampingi secara langsung namun belum pernah berobat atau konsultasi langsung ke psikolog.
Sementara itu, mahasiswi berinisial NKGA (21) mengungkapkan detik-detik sebelum kejadian. Ia sempat melihat korban datang dari arah pintu lift dengan posisi menggendong tas ransel dan memakai baju putih.
NKGA bersama D melihat korban seperti sedang dalam kondisi panik dan seperti melihat-lihat situasi sekitar kampus. Selanjutnya TAS duduk di kursi panjang yang berada di sebelah barat kelas. Karena NKGA tidak kenal maka tidak dihiraukan dan melanjutkan aktivitas lain.
Beberapa saat kemudian, D hanya melihat sepatu di tempat TAS sebelumnya duduk dan sempat bertanya-tanya, ternyata sepatu itu diduga milik TAS yang dilepas sebelum kejadian.
Saat dilarikan ke IGD RSUP Prof dr IGNG Ngoerah sekitar pukul 10.30 WITA kondisi korban sempat masih sadar.
Setelah dilaksanakan pemeriksaan dan penanganan terhadap korban, diketahui TAS mengalami pergeseran dan patah pada tulang pinggul kiri dan kanan, tulang lengan bagian atas patah dan tulang sendi kanan patah.
Korban mengalami pendarahan pada organ dalam dan kesadaran terus menurun. Hingga pada pukul 13.03 Wita korban dinyatakan meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-jasad-manusia.jpg)