Sabtu, 11 April 2026

Mahasiswa Universitas Udayana Tewas

Cari Bukti Bullying, Polisi Butuh Akses HP Timothy Mahasiswa Unud, tapi Terkendala Izin Keluarga

Polisi berupaya mencari petunjuk lain terkait dugaan bullying pada Timothy, termasuk melalui handphone milik korban.

Penulis: Nuryanti
Instagram @ univ.udayana
DUKA TAS - Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menggelar Renung atas meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (TAS) diduga karena bulyying atau perundungan. 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan bullying yang melatarbelakangi meninggalnya Timothy Anugrah Saputra (TAS), masih diselidiki.
  • Proses penyelidikan berfokus pada pembuktian ada tidaknya tekanan psikologis yang dialami korban.
  • Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dugaan perundungan belum terbukti.

TRIBUNNEWS.COM - Dugaan unsur bullying atau perundungan yang melatarbelakangi meninggalnya Timothy Anugrah Saputra (TAS), masih diselidiki pihak kepolisian.

Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) itu diduga lompat dari lantai 4 Gedung FISIP, Unud, Denpasar, Bali, Rabu (15/10/2025).

Kini Polsek Denpasar Barat (Denbar) tengah melakukan penyelidikan mendalam.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan telah mengumpulkan keterangan saksi, serta barang bukti pendukung.

Proses penyelidikan berfokus pada pembuktian ada tidaknya tekanan psikologis yang dialami korban.

Adapun dari hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan perundungan belum terbukti. 

"Hal itu (bullying, red) masih dalam proses penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari saksi-saksi, mulai dari dosen, teman satu angkatan, teman satu kelas, bahkan sahabat terdekat dari korban," kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, Senin (20/10/2025), dilansir Tribun-Bali.com.

Menurut Kompol Laksmi, pihaknya masih berupaya mencari petunjuk lain, termasuk melalui alat komunikasi pribadi atau handphone (HP) milik Timothy yang belum diperiksa polisi.

Namun, upaya untuk memeriksa barang bukti digital ini terkendala oleh keputusan pihak keluarga.

"Pihak keluarga kalau memang diperkenankan kami untuk melihat atau membuka HP milik korban, mungkin saja di sana ditemukan informasi baru," terangnya.

Kompol Laksmi menjelaskan, pihak kepolisian belum dapat mengakses ponsel korban karena sebelumnya sang ibu telah menerima kejadian tragis tersebut sebagai suatu musibah dan tidak ingin memperpanjang masalah ini ke jalur hukum.

"Kemarin dari pihak ibu menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah dan tidak ingin memperpanjang masalah ini ke jalur hukum. Jadi, akses untuk HP belum bisa kami dapatkan," tegasnya.

Baca juga: Peradi Setuju Sanksi dari Unud untuk Pelaku Bullying Timothy, Harap Tak Cuma Demi Jaga Citra Baik

Ayah Timothy Minta Kepastian

Diberitakan Tribun-Bali.com, polisi belum menyimpulkan peristiwa ini murni bunuh diri.

Penyelidikan dilakukan setelah ayah korban mengajukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) untuk mencari kebenaran di tengah banyaknya informasi simpang siur yang beredar.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengatakan pihak kepolisian menerima aduan tersebut sebagai langkah orang tua mencari kepastian mengenai penyebab pasti kematian sang anak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved