Senin, 11 Mei 2026

Banjir Semarang Tewaskan 3 Orang, Termasuk Dua Bocah, Kemensos Kirim Bantuan

Dua bocah tewas tenggelam, satu hilang. Kemensos kirim bantuan Rp 3,6 miliar dan dirikan dapur umum di Semarang.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
TRIBUN JATENG
Pengendara mendorong motor yang mogok akibat banjir di Jalan Kaligawe, Semarang Timur. Genangan air melumpuhkan arus lalu lintas sejak Selasa sore. 
Ringkasan Berita:
  • Dua bocah tewas tenggelam saat banjir melanda Semarang sepekan.
  • Kemensos kirim bantuan Rp 3,6 miliar dan dirikan dapur umum.
  • Tenda, makanan, dan santunan disiapkan untuk korban terdampak banjir.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tiga warga tewas, termasuk dua anak-anak, akibat banjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Timur, selama sepekan terakhir.

Genangan air setinggi 10 hingga 80 sentimeter merendam sejumlah wilayah seperti Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Semarang Utara, dan Semarang Timur.

Hujan deras yang turun berturut-turut selama beberapa hari menjadi penyebab utama banjir, diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air.

Kementerian Sosial Republik Indonesia merespons cepat dengan mengirim bantuan logistik senilai Rp 3,69 miliar dan mendirikan dapur umum di dua titik terdampak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa bantuan dikirim melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan langsung didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak. Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, makanan anak, lauk pauk, tenda gulung, kasur, selimut, pakaian dewasa dan anak, family kit, hingga toilet portable.

“Kami kirim makanan siap saji, tenda, obat-obatan, pakaian anak dan dewasa, serta kebutuhan perempuan. Dapur umum juga didirikan di dua titik: Pedurungan dan Gayamsari,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, tiga korban meninggal dunia akibat tenggelam.

Dua di antaranya adalah anak-anak, yakni Achmad Riefqie Arzan (7 tahun) yang terpeleset di selokan Perum Graha Mukti Asri, Pedurungan, dan RA (9 tahun) yang hanyut di selokan Jalan Argo Mulyo, Genuk. Satu korban dewasa, Eko Rusianto (45 tahun), ditemukan meninggal dunia setelah berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumahnya yang terendam banjir di kawasan Panggung Kidul, Semarang Utara.

Satu warga lainnya masih dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai.

Baca juga: Kasus Temuan Ulat di Menu MBG di Bangkalan Madura, SPPG Sebut Bisa Dikonsumsi dan Tinggi Protein

Kemensos juga menyiapkan santunan untuk ahli waris korban meninggal serta dukungan pengobatan dan pemberdayaan bagi korban luka.

Gus Ipul menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah evakuasi oleh tim terlatih seperti Basarnas, TNI, dan Polri. Tahap kedua adalah masa kedaruratan, di mana pemerintah menyediakan shelter, dapur umum, dan mendistribusikan kebutuhan logistik. Dan tahap ketiga adalah masa rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk dukungan medis, sosial, dan program pemberdayaan bagi warga terdampak.

“Evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Setelah itu baru masa darurat, lalu rehabilitasi,” jelas Gus Ipul.

Banjir Semarang menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana.

Di tengah duka dan kehilangan, kehadiran negara melalui bantuan logistik, dapur umum, dan santunan diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved