Kamis, 30 April 2026

Ketut Suarti Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang, 5 Orang Lainnya Terluka

Ni Ketut Suarti meninggal dunia setelah tertimpa pohon gepah yang tumbang di Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
FPRB Aceh Tamiang
TERTIMPA POHON TUMBANG - Ni Ketut Suarti (64) meninggal dunia setelah tertimpa pohon gepah yang tumbang di Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, Rabu (5/11/2025) malam. Foto memperlihatkan Suriati (28) dan anaknya, M Ghaisan Raffasya Alpariq (4) warga Kampung Kebun Afdeling Seleleh, Kecamatan Karangbaru, Aceh Tamiang tewas akibat tertimpa pohon kelapa sawit, Minggu (5/1/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ni Ketut Suarti (64) meninggal dunia setelah tertimpa pohon gepah yang tumbang
  • Peristiwa itu terjadi di Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, Rabu (5/11/2025) malam
  • Lima orang lainnya mengalami luka-luka
 


TRIBUNNEWS.COM, SEMARAPURA - Ni Ketut Suarti (64) meninggal dunia setelah tertimpa pohon gepah yang tumbang di Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, Rabu (5/11/2025) malam. 

Secara bahasa, kata gepah dalam bahasa Bali atau bahasa daerah bisa berarti getah, licin, atau mengandung lendir.

Baca juga: Pengemudi Lexus Tewas Tertimpa Pohon Palem yang Roboh di Pondok Indah Jaksel

Maka, pohon gepah dapat diartikan secara harfiah sebagai pohon yang bergetah--yaitu pohon yang bila kulitnya disayat akan mengeluarkan cairan (getah).

Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.15 Wita.

Awalnya korban Ni Ketut Suarti bersama rombongan berjumlah 12 orang dari Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, datang melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran Ped.

 

Warga Tewas Tertimpa Pohon di Bali
TRTIMPA POHON - Ni Ketut Suarti (64) meninggal dunia setelah tertimpa pohon gepah yang tumbang di Pura Segara Penataran Ped, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Bali, Rabu (5/11/2025) malam.

 

Saat melintas di depan Pura Segara, tiba-tiba pohon besar di area pura tumbang dan menimpa beberapa orang di lokasi.

"Akibat insiden tersebut, enam orang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka," ujar AKP I Ketut Kesuma Jaya, Kamis.

Ni Ketut Suarti, warga Dusun Swelagiri, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan itu dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju RS Gema Santi Nusa Penida.

Dia menderita luka parah di bagian kaki.

Sementara itu, lima korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, yakni:

  1. I Wayan Lilar (65), luka di bagian dahi
  2. Ni Kadek Rumiani (36), masih mengalami syok
  3. Sunarmi Liaturrofiah (20), dalam keadaan hamil muda dan mengalami nyeri bahu
  4. I Wayan Sudiasa (40), luka di bagian mulut 
  5. Ni Luh Dewiantari (22), luka robek ringan di kaki kanan

"Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RS Gema Santi Nusa Penida. Kondisi kelima korban luka kini dilaporkan stabil," ungkap AKP I Ketut Kesuma Jaya.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa cuaca di sekitar lokasi saat kejadian dalam keadaan cerah, tidak ada angin kencang maupun hujan. 

Diduga, pohon berukuran besar tersebut tumbang akibat kondisi batang yang sudah rapuh.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved