Jumat, 24 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Komisi I DPR Dorong Komdigi Segera Pulihkan Jaringan di Sumut hingga Aceh 

Komdigi bersama operator telekomunikasi diminta melakukan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatra setelah diterjang banjir dan longsor.

Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BANJIR BANDANG - Banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (25/11/2025). Ada tiga desa diterjang banjir bandang di lokasi, Huta Godang, Garoga dan Aek Ngado. Komdigi bersama operator telekomunikasi diminta segera melakukan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatra setelah banjir bandang dan longsor merendam wilayah tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Komisi I DPR mencatat gangguan sinyal di daerah terdampak bencana harus segera diatasi dengan langkah cepat, terukur, dan berkoordinasi lintas sektor.
  • Komdigi bersama operator telekomunikasi diminta segera melakukan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatera setelah banjir bandang dan longsor merendam wilayah tersebut.
  • Dampak bencana bukan hanya kerugian fisik dan sosial, tetapi juga mengakibatkan terputusnya akses telekomunikasi sehingga masyarakat masih terisolir.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama operator telekomunikasi segera melakukan pemulihan jaringan di sejumlah wilayah Sumatra setelah banjir bandang dan longsor merendam wilayah tersebut.

"Dampak bencana ini bukan hanya kerugian fisik dan sosial, tetapi juga mengakibatkan terputusnya akses telekomunikasi di beberapa daerah sehingga masyarakat masih terisolir. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di Komisi I DPR RI," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Dave melanjutkan, pihaknya sebagai mitra kerja Kementerian Komdigi, memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap berjalan, terutama dalam situasi darurat. 

Legislator Golkar itu meminta pemerintah melakukan koordinasi di lintas sektor untuk segera mengatasi gangguan sinyal di wilayah bencana.

"Kami mencatat bahwa gangguan sinyal di daerah terdampak bencana harus segera diatasi dengan langkah cepat, terukur, dan berkoordinasi lintas sektor. Telekomunikasi bukan sekadar layanan komersial, melainkan infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan warga, distribusi bantuan, dan koordinasi aparat di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Pusat Diminta Tetapkan Bencana Nasional untuk Aceh

Dia juga mendorong Kementerian Komdigi  menyiapkan alternatif penunjangan seperti BTS darurat, mobile base station, maupun penguatan jaringan satelit di wilayah yang sulit dijangkau

"Komisi I DPR RI juga akan memastikan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi berjalan efektif, sehingga masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolir," sambungnya.

Dave sendiri mendukung pemerintah dalam memperbaiki jaringan sinyal di Aceh, Sumut dan Sumbar. 

"Kami siap mendukung langkah-langkah yang ditempuh pemerintah bersama Komdigi, sekaligus memastikan fungsi pengawasan dijalankan secara ketat agar proses pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut dapat berlangsung cepat, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas dia.

Baca juga: Terjebak Longsor dan Banjir Istri Gubernur Aceh Nginap di SPBU Wali Kota Sibolga Jalan Kaki 4 Hari  

Terpisah Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) Ismail menyebut, kondisi lumpuhnya jaringan komunikasi dan internet di wilayah terkena bencana alam banjir bandang dan longsor sudah menjadi perhatian khusus pihaknya.

Diketahui, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Aceh.

Akibat bencana tersebut, beberapa kendala mulai terjadi termasuk akses jalan terputus hingga lumpuhnya jaringan internet dan komunikasi serta padamnya listrik di sejumlah wilayah.

"Sudah sudah (menjadi fokus Komdigi)," kata Ismail saat ditemui awak media usai menghadiri acara DigiForum 2025, di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Bahkan kata Ismail, Menkomdigi Meutya Hafid juga telah menggelar rapat atau diskusi khusus di internal Komdigi untuk menindaklanjuti kondisi tersebut.

Ismail memastikan, pemerintah dalam hal ini Komdigi akan memberikan tindakan untuk memperbaiki kondisi jaringan komunikasi dan internet yang terkendala di wilayah yang terdampak.

"Tadi pagi tadi juga Bu Menteri sudah melakukan rapat bersama dengan seluruh elemen di internal Komdigi untuk action mensupport itu," ucap dia.

Baca juga: Update BNPB Korban Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 174 Meninggal, 79 Hilang

Ismail juga menyebut, sejatinya memang ada beberapa tiang base transceiver station (BTS) atau stasiun pemancar sinyal yang terdampak dari bencana alam tersebut.

Hanya saja, Ismail tidak dapat menjelaskan secara detail berapa jumlah tiang BTS yang kini mengalami gangguan.

"Nanti akan ada siaran khusus, untuk itu saya takut salah data. Nanti ada tim ditanya di Birohumas ya," tandas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved