Senin, 18 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Evakuasi Warga dari Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar: Warga Langkat Bawa Bantal dan Sembako Sendiri

Inilah cerita warga yang bertahan saat banjir di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Ada yang menungsi sambil bawa sembako sendiri

Tayang:
Tribun Medan/MUHAMMAD ANIL RASYID
BANJIR LANGKAT - Suasana masyarakat Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat rumah mereka terendam banjir, Jumat (28/11/2025). Inilah cerita warga yang bertahan saat banjir di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat. Ada yang menungsi sambil bawa sembako sendiri 
Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor melanda Sumut, Sumbar, dan Aceh, memaksa ribuan warga mengungsi.
  • Di Langkat, banjir setinggi pinggang merendam permukiman dan Jalinsum, warga dievakuasi dengan rakit darurat.
  • Di Padang warga sempat bertahan di atap, sementara di Pidie Jaya 100 orang termasuk siswa dan guru berhasil diselamatkan tim SAR.

TRIBUNNEWS.COM - Tiga provinsi di Pulau Sumatra dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Bencana banjir dan tanah longsor dilaporkan melanda tiga wilayah, yakni Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan, ribuan warga terpaksa mengungsi butut bencana hidrometeorologi.

Di Kecamatan Hinai, Langkat, Sumut, ada satu keluarga yang mengungsi sambil membawa bantal dan sembako sendiri.

Warga Desa Batu Malenggang berjalan kaki meninggalkan rumahnya yang telah digenangi air setinggi pinggang orang dewasa.

Sambil menggunakan rakit buatan dari batang pisang, seorang pria terlihat mengevakuasi wanita dewasa bersama tiga orang anaknya.

Pengungsi tersebut nampak membawa perlengkapan tidur sendiri seperti bantal dan sembako yang digotong dan dibawa ke pengungsian yang letaknya lebih tinggi, Jumat (28/11/2025).

Mengutip Tribun-Medan.com, seorang warga sekitar bernama Alfian menceritakan bahwa air mulai menggenang di Kecamatan Hinai sejak pukul 12.00 WIB.

"Sekitar pukul 12.00 WIB, air sudah naik di Kecamatan Hinai ini hingga ke Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh," ujarnya.

Desa Batu Melenggang sendiri kondisinya makin parah karena air terus naik.

"Kalau di Kecamatan Hinai ini, banjir sudah sepinggang orang dewasa, dan hari ini debit air makin tinggi," ucap Alfian. 

Baca juga: Polres Aceh Barat Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Banjir Aceh

Beruntung, tak ada korban jiwa di wilayahnya akibat banjir.

Selain merendam desa, air juga mulai merendam Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Medan-Aceh.

Warga Padang Bertahan di Atap

Sementara itu, seorang warga di Kota Padang, Sumbar menceritakan detik-detik saat banjir melanda rumahnya.

Pada Kamis (27/11/2025) lalu, banjir menerjang rumahnya di Lubuk Minturun, Kota Padang.

Ia bersama anggota keluarganya langsung naik ke atap rumahnya.

“Melihat air yang semakin deras akhirnya kami sekeluarga terdiri dari enam enam orang langsung naik ke atap bertahan di sana selama satu jam,” katanya sembari membersihkan motor yang sudah terendam banjir.

Mengutip TribunPadang.com, ia menyaksikan air menerjang rumahnya sangat keras hingga isi rumahnya porak-poranda.

Tak lama kemudian, air mulai surut dan ia segera menyelamatkan diri tanpa membawa bekal apapun.

Ia mengaku baru kali ini melihat banjir di rumahnya.

Sebelumnya, banjir tak parah dan tak menyebabkan korban jiwa.

"Banjir besar tidak pernah diduga akan terjadi, padahal termasuk daerah aman dari bencana namun tidak kali ini," jelasnya.

100 Warga Pidie Jaya Terjebak 2 Hari

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 100 warga yang terjebak banjir di Kompleks Sekolah IT Pante Gelima, Kabuapten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (28/11/2025).

Dantim Rescue Basarnas Banda Aceh, Maimun menuturkan, warga warga yang sempat terjebak banjir merupakan siswa, guru, dan masyarakat sekitar sejak 26 November 2025 lalu.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.35 WIB, kemudian dibawa menuju posko dalam kondisi selamat,"

"Sebagian siswa juga telah dijemput langsung oleh orang tua," kata ujarnya kepada Serambinews.com.

Baca juga: Rumah Warga Korban Banjir di Hat Yai Dijarah Massa

Total ada 55 siswa, 10 guru pendamping, dan 35 warga yang tinggal di sekitar kompleks yang berhasil dievakuasi.

Maimun menambahkan bahwa pada pukul 14.00 WIB, tim SAR akan melakukan pergeseran ke lokasi operasi berikutnya di Kecamatan Meurah Dua.

“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa masih banyak warga yang terjebak,” ujarnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Terisolasi Selama 2 Hari, Tim SAR Evakuasi 100 Warga di Kompleks Sekolah IT Pante Gelima, Pidie Jaya dan di Tribun-Medan.com dengan judul Masyakarat Hinai Bawa Ambal dan Bantal Tinggalkan Rumah akibat Banjir yang Makin Parah

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Medan.com, Muhammad Anil Rasyid)(TribunPadang.com, Arif Ramanda Kurnia)(Serambinews.com, Indra Wijaya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved