Banjir Bandang di Sumatera
Basarnas Paparkan Tantangan Operasi SAR Banjir Sumatera
Tantangan besar dihadapi tim SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah tantangan besar dihadapi tim SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Di antaranya banjir yang disertai material lumpur menuntut pengerahan personel SAR dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
- Ditambah lagi sejumlah wilayah masih terisolir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi tim SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan korban bencana banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Syafii menjelaskan, setiap jenis bencana memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Namun bencana banjir yang disertai material lumpur menuntut pengerahan personel SAR dalam jumlah lebih besar dari biasanya.
“Pada wilayah-wilayah yang terisolasi, personel SAR harus berjalan dari satu titik ke titik lain menyusuri area yang tidak bisa diprediksi. Mereka bekerja tanpa jeda untuk berganti shift atau istirahat makan,” kata Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).
"Kondisi ini berbeda dengan penanganan bencana reruntuhan gedung, seperti insiden sebelumnya di Al Khoziny, di mana pola kerja bergiliran masih memungkinkan dilakukan," imbuhnya.
Baca juga: Basarnas Catat 2.496 Kejadian Kedaruratan Sepanjang 2025: 1.835 Orang Meninggal
Selain faktor lapangan, akses jalur yang terputus juga menjadi kendala besar.
Menurut Syafii terbatasnya rute darat membuat distribusi logistik dan kebutuhan operasi menjadi terhambat.
"Akhirnya, ada ketergantungan pada dukungan sarana udara. Ini membuat operasi memakan waktu dan biaya yang lebih besar,” ucap Syafii.
Baca juga: Basarnas Telah Evakuasi 447 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sumatera
Untuk memperkuat operasi di titik-titik terdampak, Syafii mengatakan Basarnas telah mengerahkan tambahan kekuatan dari berbagai kantor SAR yang tidak terdampak bencana.
“Mulai dari Tanjung Pinang, Pontianak, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, hingga Semarang, kita perkuat untuk membantu wilayah yang terdampak,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Empat-Kabupaten-di-Sumatera-Utara-Dilanda-Bencana-Banjir-dan-Lon_20251126_104419.jpg)