Banjir Bandang di Sumatera
Krisis BBM Meluas di Sumatera: SPBU Ricuh, Warga Serbu Tangki dan Jalinsum Macet Panjang
Ricuh di SPBU Langsa, warga serbu SPBU di Aceh Timur, dan Jalinsum macet parah akibat antrean BBM. Pertamina pastikan pasokan mulai puli
Ringkasan Berita:
- Kericuhan terjadi di SPBU Harapan Langsa saat warga memprotes rencana penghentian pengisian BBM menjelang Magrib dan situasi baru reda setelah aparat turun tangan.
- Di Aceh Timur, warga menggeruduk SPBU Idi Rayeuk karena dugaan penimbunan, sementara kemacetan parah melanda Jalinsum akibat antrean panjang di SPBU yang kehabisan pasokan.
- Pertamina memastikan suplai BBM mulai pulih dan mempercepat distribusi ke wilayah terdampak.
TRIBUNNEWS.COM, KOTA LANGSA – Suasana di SPBU Harapan, Jalan A Yani Kota Langsa, mendadak ricuh seusai waktu salat Magrib, Senin (1/12/2025).
Keributan dipicu warga yang mengantre BBM pertalite menggunakan botol mineral setelah mendengar rencana penghentian sementara pengisian BBM.
Informasi di lapangan menyebutkan, warga menolak rencana penyetopan pengisian BBM yang biasa dilakukan menjelang waktu salat.
Kericuhan bermula saat beberapa orang memukul botol-botol mineral, memicu kemarahan massa lain yang tengah mengantre.
Sejumlah tong sampah dan plang pembatas jalur sempat dibanting, namun mesin dispenser BBM tidak dirusak karena berhasil diamankan pengelola SPBU dibantu aparat kepolisian dan TNI berpakaian preman yang segera turun tangan.
Pengelola SPBU sebelumnya telah mengumumkan bahwa pengisian BBM hanya berlangsung hingga Magrib dan akan dilanjutkan pada Selasa (2/12/2025) pagi.
Baca juga: Banjir Sumatra: Cerita Istri Gubernur Aceh Nginap SPBU, Wali Kota Sibolga Jalan Kaki 100 Km
Namun, warga mengklaim tidak pernah mendengar pengumuman tersebut. Setelah negosiasi berlangsung alot, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.
Meski situasi kembali normal, sejumlah kendaraan memilih bertahan untuk menunggu pembukaan SPBU keesokan paginya.
Kelangkaan BBM juga terjadi di SPBU Idi Rayeuk, Aceh Timur. Warga menggeruduk SPBU karena menduga pihak pengelola menimbun BBM.
Petugas SPBU mengklaim stok habis, namun warga tidak percaya dan memaksa memeriksa tangki.
Setelah diketahui stok masih tersedia, masyarakat langsung mengantre.
Penjualan dibuka dengan pembatasan: Rp30 ribu untuk sepeda motor dan Rp15 ribu untuk botol plastik.
Warga meminta agar pasokan tidak ditimbun pada kondisi darurat seperti saat ini. Kelangkaan dipicu akses jalan yang terputus akibat banjir.
Sementara itu, kemacetan parah melanda ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Binjai pada Senin (1/12/2025) malam akibat antrean panjang di sejumlah SPBU.
Pantauan Tribun Medan menunjukkan, kepadatan terjadi mulai dari Kampung Lalang hingga Binjai, dengan titik terparah di kawasan Diski Km 15–16,5.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBM-Langka-SPBU-di-Medan-Dipenuhi-Antrean-Kendaraan_20251201_192609.jpg)