Rabu, 29 April 2026

Bocah Tewas di Rumah Mewah

CCTV di Rumah Mewah Cilegon Tempat Bocah 9 Tahun Tewas Sudah Rusak 2 Minggu

Polisi mengatakan saat ini masih menelusuri rekanan CCTV terkait peristiwa tewasnya E, bocah berusia 9 tahun di rumah mewah di kawasan Kota Cilegon

Tayang:
Editor: Erik S
(Ho/Campus League)
TribunBanten.com/Ahmad Haris Suasana TKP rumah tempat kejadian penusukan bocah 9 tahun, yang berada di wilayah perumahan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Selasa (16/12/2025) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi mengatakan CCTV di rumah tempat terjadi dugaan pembunuhan bocah E (9) rusak sejak dua minggu lalu.
  • Polisi akan mengecek rekaman CCTV tetangga rumah korban dan memeriksa saksi-saksi.
  • Korban tinggal bersama orangtua dan kakaknya. Namun, saat itu hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah.
  • Tidak ada barang hilang dari rumah tersebut.

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Polisi mengatakan saat ini masih menelusuri rekanan CCTV terkait peristiwa tewasnya E, bocah berusia 9 tahun di rumah mewah di kawasan Kota Cilegon, Banten.

Hal ini lantaran kamera CCTV yang berada di rumah tersebut tidak bisa merekam karena rusak.

"Iya kita akan mencari CCTV ya, kemarin tuh menurut informasi, 2 minggu itu CCTV rusak," kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan saat dihubungi, Rabu (17/12/2025).

Baca juga: Sosok Maman Suherman, Pengusaha asal Cilegon Temukan Anak Tewas di Rumah, DPP PKS Berduka

Saat ini, lanjut Sigit, pihaknya akan mengecek rekaman CCTV milik tetangga rumah mewah tersebut untuk mencari petunjuk.

"Kita lagi nyari nih (CCTV) di tetangga kan gitu. Nanti saya mohon doanya dari rekan rekan media juga mohon bersabar, mudah mudahan terungkap nih siapa pelakunya," ucapnya.

Di sisi lain, Sigit mengatakan pihaknya juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk nantinya bisa membongkar kasus tewasnya bocah tersebut.

"Untuk saksi ya yang saat ini, hari ini, yang sudah dimintai keterangannya oleh Polres Cilegon sebanyak 7 saksi. Itu dari pihak keluarga dan pihak lain ya," tuturnya.

Adapun dari penyelidikan sementara, korban tinggal bersama orangtua dan kakaknya. Namun, saat itu hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah.

"(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi masing masing gitu. Tinggal sama orangtuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," jelasnya.

Korban Perampokan?

Dalam video viral di media sosial disebutkan bocah itu diduga tewas karena menjadi korban perampokan.

"Seorang anak diduga jadi korban pemb*n*han dalam peristiwa per*mp**an," tulis akun media sosial seperti dikutip.

Adapun peristiwa tewasnya bocah itu terjadi pada Selasa (16/12/2025). Jajaran Polsek Cilegon yang menerima laporan itu langsung mendatangi lokasi untuk penyelidikan.

Baca juga: Polisi Sebut Tak Ada Barang yang Hilang dari Rumah Politisi PKS di Cilegon

Kapolsek Cilegon Kota, Komisaris Polisi Firman Hamid, menegaskan komitmen kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Saat ini Polsek Cilegon Kota bersama Satreskrim Polres Cilegon telah melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif. Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Firman dikutip Rabu (17/12/2025).

Kematian E dikabarkan adiknya, D (8) yang saat itu menelepon ayahnya sekitar pukul 14.20 WIB.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved