Rabu, 6 Mei 2026

Kecelakaan Maut di Tol Semarang

Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Semarang: Kernet Patah Tulang, Sopir Baru 2 Kali PP Bogor-DIY

Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans menderita patah tulang akibat kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang

Tayang:
Penulis: Erik S
HO/IST/TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
PATAH TULANG- Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans, terbaring dengan kaki dan kepala diperban di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang, Senin (22/12/2025). Robi menjadi saksi hidup kecelakaan tunggal bus di Simpang Susun Krapyak, Tol Dalam Kota Semarang, yang terjadi Selasa dini hari dan mengakibatkan 16 orang meninggal setelah bus tiba-tiba miring lalu menabrak pembatas jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans menderita patah tulang akibat kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang.
  • Robi mengaku tidak paham sebab bus tersebut kecelakaan hingga menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
  • Sopir tersebut merupakan pengemudi baru dan dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) rute Bogor–Yogyakarta.

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG -   Robi Sugianto (51), kernet bus PO Cahaya Trans menderita patah tulang akibat kecelakaan di exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025) pukul 00.30–01.00 WIB.

Kaki kanan pria asal Bumiayu, Brebes itu tampak bengkak dan diperban tebal akibat patah tulang. 

Bagian kepalanya juga dibalut perban.  Raut wajahnya menahan nyeri, namun kesadarannya masih penuh.

Baca juga: Bus PO Cahaya Trans yang Kecelakaan di Semarang Bukan Berangkat dari Jatiasih Bekasi

Robi kini dirawat di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Tugu, Kota Semarang.

Robi ditemani keluarga yang duduk setia di sampingnya, dengan wajah cemas dan penuh harap akan kesembuhan. 

Siang itu, petugas Jasa Raharja tampak mendatangi korban dan keluarga, memastikan pendataan dan pendampingan berjalan.

Dengan suara pelan dan terputus, Robi mencoba mengingat detik-detik sebelum maut merenggut nyawa belasan penumpang lain.

“Busnya tiba-tiba miring ke kanan. Saya nemenin sopir, saya kernetnya. 

Duduk di paling depan,” kata dia sambil meringis kesakitan.

Robi mengaku tak sempat memahami apa yang sebenarnya terjadi. 

Dalam hitungan detik, kondisi berubah drastis.

“Setelah bus miring ke kanan, langsung nabrak pembatas jalan. 

Baca juga: Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang: 16 Meninggal, Sopir Cadangan Selamat

Saya sadar sebentar, sudah tergeletak di tengah jalan. 

Kaki rasanya sakit sekali,” imbuh dia.

Kesadaran Robi sempat hilang timbul. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved