Sabtu, 16 Mei 2026

Bocah Tewas di Rumah Mewah

Hari-hari Terakhir Anak Politikus PKS Cilegon: Pergi ke Bandung, sempat Muntah-muntah, Tewas Dibunuh

Sebelum tewas, anak politikus PKS Cilegon sempat pergi ke Bandung bersama keluarga. Setelahnya, ia mengalami muntah-muntah diduga kecapekan.

Tayang:
Kolase Foto (HO/IST/TribunBanten.com/Muhammad Uqel Assathir)
DUGAAN PEMBUNUHAN - Kolase pemakaman bocah berusia 9 tahun yang diduga merupakan korban pembunuhan di rumah mewah di Kota Cilegon, Banten. Sebelum tewas, anak politikus PKS Cilegon sempat pergi ke Bandung bersama keluarga. Setelahnya, ia mengalami muntah-muntah diduga kecapekan. 

Ringkasan Berita:
  • Sebelum tewas, anak politikus PKS Cilegon sempat pergi ke Bandung bersama keluarga.
  • Setelahnya, ia mengalami muntah-muntah diduga kecapekan.
  • Korban sempat izin tak masuk sekolah selama dua hari.

TRIBUNNEWS.COM - MAHM alias A (9), ditemukan tewas di rumah mewah yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2026).

Ia merupakan putra bungsu dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman.

Penyebab kematiannya masih misteri, namun polisi memastikan, tewasnya bocah itu bukan karena perampokan.

Sebelum peristiwa tragis menimpanya, A sempat pergi ke Bandung, Jawa Barat, bersama keluarganya.

"Sabtu-Minggu, ananda ke Bandung bersama dengan keluarga, mungkin ada acara keluarga atau apa," kata Kepala SD Islam di Cilegon, Ridwan Arifin dalam tayangan YouTube Tribunnews, dikutip Senin (22/12/2025).

Setelah kembali ke Cilegon, A diduga kelelahan hingga sempat mengalami muntah-muntah.

Karena kondisinya itu, A sempat izin tidak masuk sekolah selama dua hari.

"Hari Seninnya mungkin karena kecapekan, sakit tuh muntah-muntah, ibundanya izin, anandanya sakit mungkin kecapekan muntah-muntah."

"Mungkin selasa belum pulih, informasi ke wali kelasnya masih izin, jadi izinnya izin sakit," ungkap dia.

Kematian A yang begitu tragis menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama Maman dan istrinya.

Bahkan, Maman tak sanggup memandikan jasad putra sulungnya itu.

Baca juga: Misteri Kematian Anak Politikus PKS di Cilegon, Ayah Korban Masih Berduka

Prosesi pemandian pun diserahkan kepada tim pemandi jenazah profesional.

Ketua RT setempat, Istianto (65) menyebut, Maman dan istrinya masih syok berat sehari setelah kejadian.

“Masih kelihatan syok juga. Apalagi ibunya, istrinya Pak Maman. Kalau menangis, pasti,” ujar Istianto kepada Tribunnews.com, di Perumahan BBS, Cilegon, Banten, Kamis (18/12/2025).

Prosesi pemandian dilakukan beberapa jam sebelum pemakaman, setelah jenazah menjalani autopsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved