Rabu, 3 Juni 2026

Dualisme Raja di Keraton Solo

Bentrok Dua Raja Keraton Solo Berujung ke Polisi, Gusti Timoer dan Abdi Dalem Disebut Luka Fisik

Ricuh dualisme Raja Keraton Solo antara kubu Pakubuwono XIV (PB IV) Hangabehi dan PB IV Purbaya semakin panas hingga berujung ke laporan polisi. 

Tayang:
TribunSolo.com/kolase/Tribunnews.com
BENTROK RAJA KERATON SOLO - Ricuh dualisme Raja Keraton Solo antara kubu Pakubuwono XIV (PB IV) Hangabehi dan PB IV Purbaya semakin panas hingga berujung ke laporan polisi. Beberapa orang, termasuk Putri Sulung PB XIII GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.disebut alami luka fisik, dan berencana melaporkan hal itu ke kepolisian.  

Ringkasan Berita:
  • Ricuh dualisme Raja Keraton Solo berujung ke laporan polisi. 
  • Adu mulut dan saling dorong terjadi di Keraton Solo saat Menbud Fadli Zon datang pada Minggu (18/1/2026).
  • Putri tertua Pakubuwono XIII dan abdi dalem disebu terluka akibat saling dorong hingga kubu Raja PB IV Purbaya lapor polisi.

 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO — Ricuh dualisme Raja Keraton Solo antara kubu Pakubuwono XIV (PB IV) Hangabehi dan PB IV Purbaya semakin panas hingga berujung ke laporan polisi. 

Diketahui, adu mulut dan saling dorong terjadi di Keraton Solo jelang kedatangan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada Minggu (18/1/2026).

Baca juga: Populer Nasional: Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK - Fadli Zon soal Konflik Keraton Solo


Beberapa orang, termasuk Putri Sulung PB XIII GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.disebut alami luka fisik, dan berencana melaporkan hal itu ke kepolisian. 


Situasi Panas hingga Bentrok 2 Kubu Raja Solo saat Menteri Fadli Zon Datang 

Kericuhan fisik dalam peristiwa di hari Minggu itu terjadi di Bangsal Siaga Pulisen.

Keributan dimulai saat pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi, tidak bisa membuka pintu Keraton.

FOTO BERSAMA - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon (tengah) di Keraton Solo pada Minggu (18/1/2026).
FOTO BERSAMA - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon (tengah) di Keraton Solo pada Minggu (18/1/2026). (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Padahal, saat itu akan digelar acara penyerahan SK hak pemanfaatan Keraton Solo, dari Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, kepada adik Pakubuwono XIII, KGPAA Tedjowulan, yang selama ini dikenal dekat dengan kubu Hangabehi.

Fadli Zon ingin negara hadir menyelesaikan dualisme raja dan revitalisasi, sehingga terjadi ketegangan antara kubu LDA yang mencoba masuk dan kubu PB XIV Purbaya yang menghadang menjelang acara inti. 

GKR Timoer menolak penyerahan hak pemanfaatan ke Tedjowulan, bersikeras bahwa Keraton Solo milik adat, bukan milik negara.

Baca juga: Strategi RS Mangesti Rahayu: Menjadi Anugerah Kesehatan di Jalur Emas Solo Raya


Pendukung Purboyo menghalangi acara ini, karena mereka menolak bila hak pemanfaatan Keraton Solo diberikan negara ke Tedjowulan.

Karena tak bisa membuka pintu Keraton, para pendukung LDA memanjat tembok pakai tangga bambu.

Pendukung Purboyo berusaha menghalangi namun akhirnya pintu berhasil terbuka.

Terbukanya pintu membuat kedua kubu bertemu, saling dorong, hingga akhirnya berujung bentrok.

Gusti Timoer Mengaku Luka Lebam

GKR TIMOER - Putri sulung Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai, ketika ditemui di Keraton Solo, Sabtu (15/11/2025).
GKR TIMOER - Putri sulung Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai, ketika ditemui di Keraton Solo, Sabtu (15/11/2025). (Tribunsolo.com/Andreas Chris)

Salah satu yang mengaku terluka adalah Putri PB XIII, GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.

Juru bicara kubu Pakubuwono XIV Purboyo, KPA Singonagoro, mengungkapkan, Rumbai mengalami luka lebam dalam peristiwa itu.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved