Banjir Bandang, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara
Seluruh aktivitas pendakian Gunung Slamet resmi dihentikan sementara sejak Sabtu (24/1/2026) karena banjir bandang dan cuaca ekstrem
Ringkasan Berita:
- Seluruh aktivitas pendakian Gunung Slamet resmi dihentikan sementara.
- Penutupan jalur pendakian diberlakukan sejak Sabtu (24/1/2026), termasuk jalur Bambangan dan Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
- Hal ini menyusul kondisi cuaca ekstrem dan bencana banjir bandang yang melanda wilayah lereng timur gunung Slamet pada Jumat (23/1/2026) malam.
TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA - Seluruh aktivitas pendakian Gunung Slamet resmi dihentikan sementara.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan sejak Sabtu (24/1/2026), termasuk jalur Bambangan dan Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Hal ini menyusul kondisi cuaca ekstrem dan bencana banjir bandang yang melanda wilayah lereng timur gunung Slamet pada Jumat (23/1/2026) malam.
Keputusan ini juga sebagai langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pendaki.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menjelaskan bahwa penutupan berlaku menyeluruh untuk seluruh basecamp pendakian di lingkar Gunung Slamet.
"Antisipasi hal-hal yang tidak terduga (cuaca ekstrem) untuk sementara tutup semua," kata Sugeng kepada Kompas.com.
Baca juga: Pencarian Hari ke-5 Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Tim SAR Fokus ke Pos Candi–Pos Bayangan
Hingga kini, pihak pengelola belum dapat memastikan batas waktu penutupan jalur pendakian Gunung Slamet.
Penilaian kondisi cuaca dan keamanan kawasan masih terus dilakukan sebelum keputusan pembukaan kembali diambil.
Sebagai informasi, Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut memiliki sedikitnya delapan jalur pendakian resmi.
Jalur tersebut meliputi Bambangan dan Gunung Malang (Purbalingga), Guci dan Permadi (Tegal), Cemara Sakti dan Dipajaya (Pemalang), Kaliwadas (Brebes), serta Baturraden (Banyumas).
Sebelumnya, banjir bandang juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga pada Jumat (23/1/2026) sore.
Luapan sungai yang berhulu di lereng timur Gunung Slamet membawa material lumpur, bebatuan, dan kayu ke wilayah permukiman dan infrastruktur warga.
Baca juga: Foto Penampakan Longsor di Cisarua Bandung Barat, Tim SAR Cari Warga Hilang di Tengah Cuaca Ekstrem
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Kuat Waluyo, menyampaikan bahwa bencana tersebut menyebabkan sejumlah daerah terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
"Akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terputus karena tertutup material, selain itu jembatan Sungai Bambangan juga putus," kata Kuat, Sabtu (24/1/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pendaki-berada-di-puncak-gunung-slamet-pada-kamis-1172019.jpg)