Perampokan Sadis di Boyolali
Perampokan di Boyolali, Purwanto Bos Sate Kambing dan Anak Sulungnya Selamat dari Maut
Perampokan sadis di Boyolali, Purwanto pemilik rumah yang juga bos sate kambing dan anak sulungnya selamat dari maut, istri luka, anak bungsu tewas.
Namun, berdasarkan pengamatan awal, terdapat beberapa barang yang diduga kuat dibawa kabur pelaku.
"Hanya sekilas, yang tidak ada itu sepeda motor sama perhiasan yang biasa dipakai korban," kata Ngatirin saat ditemui TribunSolo.com di lokasi kejadian.
Ngatirin merupakan orang pertama dari pihak keluarga yang masuk ke rumah korban setelah kejadian.
Ia juga menjadi orang pertama yang menolong korban luka, Daryanti (34), serta membawa korban ke RSUD Simo untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan.
Polres Boyolali belum merilis secara resmi daftar barang yang hilang dalam peristiwa perampokan tersebut.
Tim kepolisian mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak pelaku di sekitar lokasi kejadian.
Kesaksian Keluarga
Kesaksian mengerikan diungkapkan Ngatirin, paman korban dalam peristiwa perampokan sadis yang terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali.
Ngatirin menjadi orang pertama dari pihak keluarga yang datang ke rumah korban setelah mendapat kabar dari Purwanto, suami korban, yang saat kejadian berada di Kalimantan Barat.
Ngatirin menjelaskan, kabar awal diterima oleh istrinya yang dihubungi langsung oleh Purwanto.
Baca juga: Lansia Bunuh Lansia di Palembang, Christina Dirampok, Leher Dijerat, Jasadnya Dibakar di Kebun Sawit
Dalam percakapan tersebut, Purwanto meminta agar keluarga segera mendatangi rumah istrinya karena kondisinya sangat gawat.
"Istri itu (isterinya Ngatirin) dibel sama suaminya korban (Purwanto). Saya disuruh ke rumahnya sini, pokoknya gawat," kata Ngatirin saat ditemui TribunSolo.com di rumah korban, Kamis (29/1/2026).
"Istrinya gawat-gawat. Saya langsung ke sini," imbuhnya.
Istri Purwanto Kritis, Luka di Leher
Saat ditemui, Ngatirin baru saja kembali dari rumah sakit setelah mengantarkan korban luka, yakni Daryanti (34), ibu dari korban meninggal dunia.
Dengan wajah pucat, Ngatirin menceritakan kondisi memilukan yang dilihatnya saat pertama kali memasuki rumah tersebut.
Ia mengaku mendapati adik iparnya, Daryanti, dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian leher.
Meski dalam kondisi kritis, Daryanti sempat meminta tolong agar anaknya diselamatkan.
"Olin neng kamar mandi, Olin neng kamar mandi (Olin di kamar mandi) gitu," kata Ngatirin menirukan ucapan Daryanti.
Anak Bungsu Tewas di Kamar Mandi
Mendengar permintaan tersebut, Ngatirin langsung berlari menuju kamar mandi.
Di lokasi itu, ia menemukan keponakannya, Adisa Orlin (6), dalam kondisi sangat mengenaskan.
Korban ditemukan dengan kepala dimasukkan ke dalam ember yang berisi penuh air.
Baca juga: Demi Kaya Via Jalur Penggandaan Uang, Kakek YG Bunuh Nenek Christina: Jasad Dibakar Mobilnya Dijual
Ngatirin segera mengangkat tubuh bocah tersebut dengan harapan air yang ada di dalam tubuhnya bisa keluar.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Namun begitu diletakkan di lantai, sudah nggak bernyawa," ungkap Ngatirin dengan suara terbata.
Setelah mendapati keponakannya tidak bernyawa, Ngatirin kembali memberikan pertolongan kepada Daryanti yang kondisinya semakin melemah.
"Saya langsung nulungi ibune genti (saya langsung menolong ibunya)" tutup Ngatirin.
(tribun network/thf/TribunSolo.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Perampokan Sadis di Pengkol Boyolali, Anak Sulung Korban Selamat karena Tidak Berada di Rumah,
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Keluarga Ungkap Barang Hilang dalam Tragedi Perampokan Berdarah di Boyolali : Motor dan Perhiasan,