Longsor di Bandung Barat
Identitas 7 Prajurit Marinir Korban Longsor di Cisarua yang Berhasil Dievakuasi, 16 Masih Dicari
TNI AL berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Marinir korban longsor di Cisarua. Operasi SAR diperpanjang hingga 6 Februari 2026
Ringkasan Berita:
- TNI Angkatan Laut mengonfirmasi tim SAR gabungan telah mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Korps Marinir yang gugur akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat
- Dari tujuh korban, dua identitas terbaru yang diumumkan adalah Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono
- Sementara itu, operasi SAR diperpanjang hingga 6 Februari 2026 untuk mencari 16 prajurit lainnya yang masih hilang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) menyatakan tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL telah berhasil menemukan tujuh jenazah prajurit Korps Marinir yang meninggal dunia dalam longsor di wilayah Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan hingga Jimat (30/1/2026), Tim SAR telah mengevakuasi ketujuh jenazah prajurit tersebut.
"Hingga hari ini, Jumat (30/01), tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 7 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 16 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan," kata Tunggul saat dikonfirmasi Sabtu (31/1/2026).
Tunggul juga mengungkapkan identitas tujuh prajurit tersebut di mana dua di antaranya baru diungkap.
Dua prajurit tersebut yakni Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono.
Sementara identitas lima prajurit lainnya telah diungkap sebelumnya pada Rabu (28/1/2026).
"Adapun 7 prajurit yang telah berhasil dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Kori, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio, Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono," kata Tunggul.
Operasi SAR Diperpanjang
Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii secara resmi memperpanjang operasi SAR tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Barat di hari ketujuh, yakni pada Jumat (30/1/2026).
Perpanjangan operasi SAR tersebut dilakukan selama tujuh hari kedepan hingga 6 Februari 2026 menyesuaikan masa tanggap darurat yang sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Bandung Barat.
"Dari hasil assesment, kita tadi mendengar informasi yang disampaikan SMC (Sar Mission Coordinator), incident commander Pak Sekda Kabupaten, tim DVI, dan yang tergabung dalam operasi ini, akhirnya kita memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus kita lanjutkan dengan pelibatan semaksimal mungkin kekuatan," kata Syafii di Posko Basarnas pada Jumat (30/1/2026).
"Pada saat pemerintah daerah mendeklarasikan tanggap darurat selama 14 hari, mudah-mudahan sebelum 14 hari kita sudah bisa menemukan seluruh korban. Mohon doanya," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/longsor-di-Cisarua-Kabupaten-Bandung-Barat.jpg)