Bukan Sekadar Cuan, Sandiaga Uno Ajak Wirausaha Muda Fokus Bikin Dampak Sosial
Menurut Sandiaga, para wirausaha muda harus memiliki mentalitas yang kuat untuk tetap bertahan di tengah dinamika industri
Ringkasan Berita:
- Menurut Sandiaga Uno, keberhasilan berwirausaha tidak hanya ditentukan strategi bisnis, tapi juga konsistensi, ketahanan, serta keberanian menghadapi tantangan
- Sandiaga juga berpendapat usaha yang berkelanjutan adalah usaha yang tak hanya mengejar keuntungan, tapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar
- Sinergi dunia pendidikan dan ekosistem bisnis menjadi faktor penting untuk melahirkan pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri yang dinamis
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Keberhasilan membangun sebuah usaha tidak hanya bersandar pada strategi bisnis yang matang, namun juga sangat ditentukan oleh karakter personal sang pelaku usaha.
Hal tersebut ditegaskan oleh Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahudin Uno, dalam rangkaian program Beasiswa Rocket Incubation 2026 dalam sesi pendampingan intensif bagi pelaku usaha muda melalui kegiatan Offline Mentoring Batch 3, di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Sleman, DIY.
Menurut Sandiaga, para wirausaha muda harus memiliki mentalitas yang kuat untuk tetap bertahan di tengah dinamika industri. Ia menekankan tiga pilar utama dalam menghadapi tantangan bisnis, yakni konsistensi, ketahanan (resilience), serta keberanian.
“Keberhasilan dalam berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis, tetapi juga oleh konsistensi, ketahanan, serta keberanian dalam menghadapi tantangan,” ujar Sandiaga melalui keterangan tertulis, Kamis (6/5/2026).
Lebih lanjut, Sandiaga mendorong para peserta inkubasi untuk memperluas orientasi bisnis mereka.
Ia berpendapat bahwa usaha yang berkelanjutan adalah usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: Dorong Lapangan Kerja Baru, Sandiaga Uno Akselerasi Ibu Rumah Tangga Jadi Pelaku Usaha
“Peserta didorong untuk membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki dampak sosial yang lebih luas,” tambahnya.
Direktur Program Sandination Academy, Reni Fitriani, menjelaskan bahwa pendampingan kali ini difokuskan pada penguatan kapasitas teknis, seperti strategi pemasaran 8P Marketing Mix Plan.
Tujuannya agar para peserta memiliki dasar pengembangan usaha yang lebih terukur dan aplikatif sesuai karakter bisnis masing-masing.
Kegiatan Offline Mentoring ini juga menandai penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UTY dan Sandination Academy.
Wakil Rektor IV Bidang Kreativitas, Kewirausahaan, dan Pengabdian Masyarakat UTY, Hendriyawan Achmad, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam mendukung pertumbuhan wirausaha muda.
Menurutnya, kolaborasi dengan praktisi dan lembaga pendamping usaha adalah kunci untuk melahirkan inovator yang kompetitif.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan ekosistem bisnis menjadi faktor penting untuk melahirkan pelaku usaha yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis,” tutur Hendriyawan.
Program mentoring batch ketiga ini diikuti oleh 50 pelaku usaha terpilih dari berbagai wilayah di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Melalui sesi ini, mereka tidak hanya mendapatkan bimbingan teknis seperti validasi model bisnis dan pengembangan branding, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring antar-pelaku usaha dan mentor profesional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UTY12222.jpg)