Piala Asia Futsal
Kisah Yogi Saputra Pemain Timnas Futsal, Dulu Terhimpit Ekonomi Kini Kebanggaan Negeri
Kesuksesan Yogi bukan sekadar tentang medali atau sorotan kamera. Ini adalah jawaban atas doa-doa panjang di tengah himpitan ekonomi masa lalu.
Ringkasan Berita:
- Yogi Saputra merupakan punggawa timnas futsal Indonesia
- Perannya cukup signifikan dik ajang Piala Asia Futsal 2026. Ia turut membawa timnas ke babak final turnamen tersebut
- Latar belakang keluarga dari kalangan ekonomi lemah, membuat sang ibu tak menyangka dengan prestasi Yogi
TRIBUNNEWS,COM - Tamirah (56) duduk dengan perasaan campur aduk di rumah sederhana di Kampung Karang Anyar, Kelurahan Jagasatru Selatan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Tak pernah terlintas di benaknya bahwa putra bungsunya, Yogi Saputra, kini menjadi pilar penting Timnas Futsal Indonesia yang mengukir sejarah di Piala Asia Futsal 2026.
Bagi Tamirah, kesuksesan Yogi bukan sekadar tentang medali atau sorotan kamera.
Ini adalah jawaban atas doa-doa panjang di tengah himpitan ekonomi masa lalu.
Sebagai suami meninggal pada 2016, Tamirah harus kerja banting tulang. Ia menjajakan lontong, nasi lengko, hingga nasi kuning.
Baca juga: Hasil Indonesia vs Iran di Piala Asia Futsal: Memuji Nizar & Israr, Garuda Bukan Runner-up Biasa
Ia memastikan Yogi tetap bisa bersekolah dan berlatih futsal.
Mengenang perjalanan hidup mereka yang sulit, Tamirah tak kuasa menahan air mata saat menyadari betapa jauh putranya telah melangkah.
“Ya bahagia, terharu, segala macam. Lihat anak bisa sukses kayak gitu. Kadang-kadang suka bilang, ‘Aduh anakku ya Allah, rezekinya bener-bener,’” ujar Tamirah dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Sabtu (7/2/2026).
Tamirah mengisahkan bahwa sejak kecil, Yogi adalah sosok yang sangat disiplin.
Di tengah keterbatasan keluarga, Yogi tidak pernah menuntut banyak hal. Fokusnya hanya satu, mengejar mimpi di atas lapangan kayu futsal.
Sifatnya yang tidak neko-neko dan kesetiaannya pada cita-cita membuat sang ibu tak menyangka Yogi akan melampaui ekspektasi keluarga.
Menjelang laga final Piala Asia Futsal 2026, yang menjadi final pertama Indonesia dalam sejarah kepesertaannya sejak 2002, Yogi meminta doa restu sang ibu melalui sambungan telepon singkat.
“Tadi jam sembilan kurang sepuluh. Yogi itu kalau mau tanding mendadak saja kasih kabar. ‘Doain ya, Mah,’ katanya. Saya jawab, ‘Iya,’” tutur Tamirah.
Pesan Tamirah kepada Yogi, yakni tetap semangat, fokus, dan jangan biarkan pikiran terpecah agar tampil maksimal.