Selasa, 28 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Motif Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, 20 Anggota KKB Diduga Terlibat

Pesawat Smart Air ditembaki di Boven Digoel, dua pilot tewas, 13 penumpang selamat. 20 KKB diduga terlibat.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • Pesawat perintis Smart Air PK-SNR ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Dua pilot tewas, sementara 12 penumpang dewasa dan satu bayi selamat. 
  • Polisi menemukan 13 lubang peluru di badan pesawat. 
  • Motif penembakan disebut untuk menciptakan teror.

TRIBUNNEWS.COM - Insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, menewaskan pilot dan kopilot.

Hasil olah TKP pada Sabtu (14/2/2026) menunjukkan serangan dilakukan oleh sekitar 20 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah menunggu di semak-semak belakang bandara.

Polisi menemukan 13 lubang peluru di badan pesawat, sementara motif aksi disebut sebagai upaya menciptakan teror.

Motif Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkapkan motif penembakan terhadap pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel.

Insiden yang menewaskan pilot dan kopilot itu diduga dilakukan oleh sekitar 20 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dalam dialog di Kompas Petang, Sabtu (14/2/2026), Yusuf menjelaskan hasil olah TKP menunjukkan para pelaku sudah menunggu kedatangan pesawat dari arah belakang bandara, bersembunyi di semak-semak.

Polisi menemukan 13 lubang peluru di badan pesawat serta sejumlah selongsong di lokasi.

Menurut Yusuf, aksi penembakan bertujuan menciptakan teror.

“Target mereka adalah selalu membuat teror di masyarakat, karena tuntutan mereka adalah kemerdekaan dari Republik Indonesia,” ujarnya.

Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air

Pesawat angkutan udara perintis Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Rabu (11/2/2026).

Insiden ini menewaskan dua pilot, sementara 12 penumpang dewasa dan satu bayi dilaporkan selamat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerima laporan dari Kepala Satuan Pelayanan Bandara Koroway Batu.

Pesawat yang melayani rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu–Tanah Merah itu berangkat pukul 10.38 WIT dan mendarat pukul 11.05 WIT, sebelum kemudian ditembaki.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah X Merauke.

“Pukul 13.26 WIT kami menerima informasi bahwa kedua pilot menjadi korban penembakan dan meninggal dunia. Adapun seluruh penumpang dilaporkan selamat,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved