Kisah Cinta Badi dan Norida: Dari Malaysia, Sumatera hingga Berujung Polemik di Lombok
Perjalanan cinta Badi dan Norida bermula di Malaysia pada awal 2000-an, saat keduanya sama-sama merantau
Menurutnya, selama berumah tangga, Norida berperan sebagai ibu rumah tangga dan fokus mengurus anak-anak.
“Enggak pernah sama sekali dia jadi tukang sapu. Saya justru melarang dia bekerja,” tegasnya.
4. Perceraian dan Tuduhan Penelantaran
Setelah sekitar 17 tahun menikah, Badi dan Norida resmi bercerai pada 2023.
Pascaperceraian, Norida tinggal bersama kerabat, sementara anak laki-laki mereka tinggal bersama Badi.
Tuduhan penelantaran mencuat setelah Norida dipulangkan ke Malaysia dan kisahnya viral di media sosial.
Badi membantah keras tuduhan tersebut.
Ia mengaku tetap memberikan nafkah meski sudah bercerai selama sekitar satu tahun delapan bulan.
“Selama dia masih di sini, tetap saya nafkahi. Uang saya titipkan lewat anak saya,” ujarnya.
Baca juga: Anak Bunuh Ibu di Lombok: Pelaku Kalap Tak Diberi Uang Rp39 Juta Bayar Utang
5. Klarifikasi Pemerintah Provinsi NTB
Polemik ini turut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Melalui juru bicara Ahsanul Khalik, Pemprov NTB menegaskan bahwa narasi penelantaran selama 18 tahun tidak sepenuhnya sesuai fakta lapangan.
Berdasarkan penelusuran Disnakertrans NTB dan aparat desa di Dusun Benjelo, Desa Ubung, Norida diketahui hidup bersama keluarga suami, sempat bekerja setelah perceraian, serta menerima bantuan sosial.
Ia juga disebut menerima uang Rp20 juta dari Badi untuk membantu proses kepulangan ke Malaysia.
“Tidak tepat jika disebut ada penelantaran selama 18 tahun,” tegas Ahsanul Khalik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/viralpenelantaran111111.jpg)