Rabu, 13 Mei 2026

Pelaku Pembunuhan di Kampung Gajah Diduga Penyuka Sesama Jenis, Korban Sering Dianiaya dan Dipalak

Kasus pembunuhan pelajar SMP di Bandung Barat menegaskan rapuhnya perlindungan anak di Indonesia, ketika korban remaja tewas oleh teman sebaya.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
TribunJabar.id
KAMPUNG GAJAH - Rilis Polres Cimahi terkait penemuan mayat di Eks Wisata Kampung Gajah, Parongpong, Bandung Barat (KBB). Dari hasil pemeriksaan, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Polisi menangkap dua pelaku di Garut/Rahmat Kurniawan 

Ringkasan Berita:
  • Kakek korban, Undang (52), mengungkapkan bahwa cucunya sudah tiga tahun hidup dalam tekanan dari pelaku.
  • Ia menjelaskan bahwa Zein kerap dipalak hingga dianiaya, bahkan pernah mengalami luka di bagian mata akibat perbuatan pelaku.
  • Menurut Undang, penderitaan yang dialami cucunya baru terungkap setelah ia membujuk korban untuk menceritakan semuanya.

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pembunuhan pelajar menunjukkan rapuhnya perlindungan anak di Indonesia.

Terlebih, pelaku merupakan teman korban yang masih di bawah umur mengaskan adanya krisis moral dan lemahnya pengawasan sosial terhadap generasi muda.

Pihak sekolah serta masyarakat diharapkan mampu melindungi pelajar dari lingkaran kekerasan yang terus berulang.

Siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berinisial ZAAQ (14) dibunuh temannya, YA (16) dan APM (17) yang masih di bawah umur.

Jasad korban ditemukan di bekas wisata Kampung Gajah, KBB pada Jumat (13/2/2026) lalu.

Kedua pelaku merupakan teman korban saat tinggal di Garut, Jawa Barat.

Diduga pelaku tak terima hubungan pertemanan diputus sehingga mendatangi korban yang bersekolah di Bandung.

Kakek korban, Undang (52), menjelaskan cucunya tertekan selama tiga tahun berteman dengan pelaku.

"Korban ini pindah sekolah di kelas lima dan enam karena ibunya meninggal, jadi di sini tinggal bersama kami di Garut," ungkapnya.

Korban kerap dipalak hingga dianiaya sehingga mengalami luka di mata.

"Saya bujuk akhirnya terungkap semua, bahwa dia mengalami penderitaan selama kenal dengan pelaku," lanjutnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Baca juga: Wisata Terbengkalai Kampung Gajah Bandung Barat, Jadi TKP Pembunuhan Pelajar SMP

Pihak keluarga kemudian memindahkan sekolah korban ke Bandung.

"Kami kira dipindahkan ke Bandung itu akan aman, tapi ternyata pelaku ini katanya sering datang ke Bandung menemui korban," tandasnya.

Menurutnya, ada indikasi pelaku melakukan tindakan penyimpangan seksual.

"Ada informasi bahwa pelaku sering mengelus tangan korban dan beberapa kali mengajak korban menginap. Namun keluarga tidak memiliki bukti adanya perbuatan asusila karena korban tidak pernah mengaku," imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved