Jaga Warisan Kerajinan Rotan, Pemerintah Desa Trangsan Gencar Dukung UMKM
Pemerintah Desa Trangsan mendukung pemberdayaan kerajinan rotan dengan memfasilitasi pelatihan, eduwisata, hingga event UMKM.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Desa Trangsan mendukung pelestarian UMKM rotan melalui promosi, eduwisata, serta kolaborasi dengan BUMDes dan Koperasi Serba Usaha Trangsan Manunggal Jaya.
- Industri ini juga mendapat pendampingan, pameran, serta bantuan gudang dan peralatan dari pemerintah daerah dan pusat.
- Meski menghadapi tantangan regenerasi dan persaingan dengan Cirebon, Trangsan tetap mempertahankan identitasnya sebagai desa penghasil rotan handmade.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah ornamen anyaman raksasa terlihat mencolok di halaman balai Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ornamen itu menggambarkan jalinan rotan, kerajinan tangan yang menghidupi masyarakat setempat.
Sebagai "Desa Wisata Rotan Trangsan", Pemerintah Desa (Pemdes) Trangsan dengan bangga memamerkan furnitur kerajinan rotan yang dibuat oleh warga setempat, di pendopo dan showroom rotan di halaman balai desa.
Sebelum krisis ekonomi tahun 2010, jumlah warga desa Trangsan yang bekerja di bidang kerajinan rotan mencapai hampir 40 persen, menurut data Pemdes Trangsan.
Setelah krisis tersebut, jumlah pengrajin terus menurun hingga 25 persen karena banyak usaha rotan yang ditutup.
Dampak dari krisis tersebut berlanjut hingga lima tahun berikutnya.
Melihat menurunnya jumlah pengrajin rotan, Pemdes Trangsan memfasilitasi para pelaku UMKM rotan untuk audiensi dengan Bupati Sukoharjo saat itu, Wardoyo Wijaya.
Karena order dari pasar luar negeri sedang menurun, Pemdes Trangsan mengalihkan fokus untuk memperkenalkan produk rotan Desa Trangsan ke pasar lokal.
"Untuk memperkenalkannya, kita audiensi dengan bupati, mohon agar diadakan event promosi di desa yang bisa dilihat pengunjung secara nasional," kata Agung Triyanto, Sekretaris Desa Trangsan kepada Tribunnews, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Pratama Rotan Trangsan Tembus Pasar Dunia, Berawal dari Pengrajin Rotan Rumahan
Trangsan Gelar Grebek Penjalin Pertama
Bupati Sukoharjo saat itu menyetujui permintaan Pemdes Trangsan untuk mengadakan event promosi kerajinan rotan Trangsan.
"Event itu sekaligus untuk launching Desa Trangsan sebagai Desa Wisata Rotan Trangsan. Itu awal tahun 2016," ujar Agung, seraya menambahkan, "Event yang digelar pertama itu Grebek Penjalin."
Agung mengatakan Grebek Penjalin pertama berhasil membangkitkan industri rotan Trangsan di pasar lokal yang sempat lesu, meningkat hingga 50 persen.
"Banyak pesanan yang datang dari dalam negeri, dari Surabaya, Jogja, Semarang, Jakarta, sampai luar (pulau) Jawa. Padahal pasar luar Jawa itu sebelumnya jarang sekali, tapi setelah adanya Grebek Penjalin itu (produk kerajinan rotan Trangsan) yang dikirim luar Jawa juga ada," jelasnya.
Grebek Penjalin juga menjadi sarana bagi para pengrajin untuk menarik minat pembeli dari luar negeri.
Tak hanya itu, Koperasi Trangsan Manunggal Jaya yang bekerja sama dengan BUMDes Trangsan juga mendapat pesanan dari pembeli di luar negeri berkat adanya Grebek Penjalin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BALAI-DESA-TRANGSAN-rotan-w34432.jpg)