Hasil Autopsi Kematian Bocah Jampangkulon: Luka Bakar hingga ke Bibir dan Hidung, Paru-paru Bengkak
Hasil lengkap kematian bocah 12 tahun di Jampangkulon Sukabumi yang diduga dianaiaya ibu tiri, banyak luka bakar, paru-paru bengkak.
“Kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu kekerasan atau tidak, tapi sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar,” tuturnya.
Autopsi 3 Jam, Paru-paru Membengkak
Proses autopsi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam. Sejumlah organ vital seperti jantung dan paru-paru turut diperiksa.
“Paru-parunya ditemukan sedikit membengkak, tapi belum tahu apakah itu karena penyakit bawaan atau bukan,” ungkapnya.
Carles juga menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.
“Kekerasan tumpul tidak ditemukan. Ada luka lama di area bibir atas dan dekat hidung yang sudah menjadi luka permanen, tapi tidak bisa dipastikan apakah sebelumnya akibat benda tumpul yang tidak sembuh,” terangnya.
Baca juga: Usai NTT, Kasus Bocah SD Akhiri Hidup Terjadi di Demak Jateng
Kasus Jadi Perhatian Polri
Ia menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia anak-anak.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.
“Ini menjadi perhatian kami karena korbannya adalah anak-anak. Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman dari Polres untuk pengumuman lebih lanjut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Paru-paru Membengkak dan Luka Bakar, Tim Forensik Dalami Penyebab Kematian Bocah di Sukabumi,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-garis-polisi-55rghh.jpg)