Senin, 20 April 2026

Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Sulsel

Bripda DP Baru Sebulan Bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel Sebelum Tewas Dianiaya Senior

Bripda DP baru sekitar satu bulan bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel sebelum meninggal dunia diduga dianiaya seniornya.

|
Editor: Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
  • Bripda DP (19), anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas diduga akibat dianiaya seniornya.
  • Ia baru sekitar satu bulan bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel sebelum meninggal dunia.
  • Bripda DP dikenal sebagai pemuda yang baik dan tidak memiliki latar belakang masalah.


TRIBUNNEWS.COM, PINRANG - Bripda DP (19), anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tewas  diduga akibat dianiaya seniornya.

Bripda DP adalah alumni SMA Negeri 1 Pinrang yang menyelesaikan pendidikan kepolisian pada 2025.

Baca juga: Pelajar Dianiaya Brimob, Penasihat Kapolri: Mengadang dengan Memukul Itu Namanya Membunuh

Ia baru sekitar satu bulan bertugas di Ditsamapta Polda Sulsel sebelum meninggal dunia.

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulsel adalah salah satu direktorat di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli, pengamanan, serta penanggulangan gangguan kamtibmas.

 

POLISI DIANIAYA SENIOR - Suasana rumah duka anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Bripda DP (19), di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026). Rumah duka dipadati pelayat dan sejumlah personel polisi melakukan gladi upacara pelepasan jenazah yang rencananya dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.
POLISI DIANIAYA SENIOR - Suasana rumah duka anggota Ditsamapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Bripda DP (19), di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026). Rumah duka dipadati pelayat dan sejumlah personel polisi melakukan gladi upacara pelepasan jenazah yang rencananya dipimpin Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro. (Tribun Timur/Rachmat Ariadi)

 

Fungsi utamanya meliputi:

  • Patroli rutin di wilayah rawan untuk mencegah tindak kriminal.
  • Pengamanan kegiatan masyarakat seperti demonstrasi, acara besar, atau kegiatan keagamaan.
  • Penanganan huru-hara dan pengendalian massa bila terjadi kerusuhan.
  • Bantuan SAR dalam kondisi darurat atau bencana.
  • Koordinasi dengan satuan lain seperti Brimob atau Reskrim bila diperlukan.

Ditsamapta biasanya diisi oleh personel polisi yang masih relatif muda, termasuk bintara baru, karena tugasnya menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi. 

Di mata kerabat, Bripda DP dikenal sebagai pemuda yang baik dan tidak memiliki latar belakang masalah.

Senin (23/2/2026) sejak pagi hari, kediaman rumah duka Bripda DP yang berada di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang ramai didatangi sejumlah pelayat.

Lokasinya berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Pinrang.

Kabupaten Pinrang terletak di sebelah utara Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, dengan jarak sekitar 185 km.

Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi, Senin (23/2/2026) pagi, deretan karangan bunga ucapan duka cita berjejer di lorong sekitar rumah.

Warga dan kerabat berdatangan. Mereka disambut keluarga dan diarahkan masuk ke rumah duka.

Di area tersebut tampak sejumlah personel polisi melaksanakan gladi upacara pemberangkatan jenazah.

Upacara pemberangkatan jenazah Bripda DP rencananya dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

"Iya benar, pelepasan jenazah akan dipimpin Pak Kapolda, sementara dalam perjalanan," kata Wakapolres Pinrang, Kompol Yusuf Badu kepada Tribun-Timur.com.

Kronologi Penganiayaan

Dugaan penganiayaan terjadi di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026) subuh.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Bripda DP diautopsi di RS Bhayangkara.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengatakan berdasarkan koordinasi sementara dengan Bidang Propam Polda Sulsel, ada enam polisi yang diperiksa.

Enam orang tersebut terdiri dari teman seangkatan dan senior Bripda DP.

"Sudah ada diperiksa di Polda sekarang, tiga, lettingnya juga dipanggil semua," ujar Aipda Muhammad Jabir saat ditemui di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.

"Lettingnya tiga orang dan seniornya juga tiga orang," lanjutnya.

Dugaan penganiayaan mencuat setelah keluarga menemukan luka memar di tubuh almarhum.

Aipda Muhammad Jabir menyebut luka memar diduga akibat pukulan.

"Ada luka memar di perut, di sini (dada dekat leher) hitam, sama mulut keluar darah terus," ujarnya.

Sebagai anggota polisi, Aipda Muhammad Jabir menduga luka tersebut teridentifikasi kuat akibat pukulan.

"Kalau benda tumpul mungkin tidak ada, kalau bekas pukulan mungkin ada," jelasnya. 

Penulis: Rachmat Ariadi 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Bripda DP Diduga Dianiaya Senior, Kapolda Sulsel Pimpin Pelepasan Jenazah di Pincara Pinrang

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved