Saksi Mata Teror di Kantor BPJS Denpasar: Penyerangan Terjadi Cepat dan Serampangan
Saksi mata mengungkap detik-detik kantor BPJS Denpasar diserang, penyerangan dikatakan terjadi secara cepat dan serampangan.
Ringkasan Berita:
- Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa teror terjadi di kantornya pada Sabtu 21 Februari 2026.
- Menurutnya, para pelaku telah merencanakan aksi ini untuk menghindari identifikasi.
- Penyerangan terjadi secara cepat dan serampangan.
TRIBUNNES.COM, DENPASAR – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar, di Jalan DI Panjaitan, Kota Denpasar jadi sasaran teror 20 orang tak dikenal (OTK) pada Sabtu 21 Februari 2026 malam.
Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar.
Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku tampak terorganisir dengan menggunakan masker dan helm. Gerombolan ini melakukan aksinya secara cepat.
Begitu tiba di lokasi, mereka langsung memasang spanduk di pintu gerbang sebelah utara dan selatan.
Spanduk berbahan kain putih polos tersebut bertuliskan “Wali Kota Pembohong” yang ditulis dengan cat semprot (pilok).
Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.
Baca juga: Polisi Buru 20 OTK Bermasker yang Bentangkan Spanduk Wali Kota Pembohong di Kantor BPJS Denpasar
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan adanya insiden teror tersebut. Berdasarkan laporan awal, massa yang datang berjumlah puluhan orang.
“Informasinya ada kelompok orang kurang lebih 20 orang datang ke kantor BPJS, memasang spanduk dan melempar batu,” ujar Kompol Tomiyasa kepada Tribun Bali, Minggu 22 Februari 2026.
Terkait kerusakan, Kompol Tomiyasa menjelaskan, lemparan batu tersebut tidak sampai menghancurkan bagian bangunan utama.
“Kerusakan hanya pada logo dari akrilik pecah. Untuk korban luka dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada,” tuturnya.
Saksi Mata Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar
Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Sudiarta menyatakan, massa sempat berpindah dari pintu utara ke pintu selatan sebelum akhirnya melakukan pelemparan batu dan membentangkan spanduk.
Saksi Mata Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar
Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi.
Menurutnya, para pelaku telah merencanakan aksi ini untuk menghindari identifikasi.
“Kami kurang tahu dari mananya karena mereka datang masang spanduk, melempar batu seperti itu, langsung pulang, langsung bubar,” ungkap Rendy kepada Tribun Bali, pada Minggu 22 Februari 2026.
Rendy menambahkan identitas para pelaku sulit dikenali karena penggunaan perlengkapan yang sangat tertutup.
“Aksi itu berlangsung cepat dan dilakukan secara serampangan. Para pelaku mengenakan helm dan masker penutup wajah sehingga tidak dapat diidentifikasi,” kata dia.
Meski serangan tersebut sempat memicu kekhawatiran, Rendy memastikan tidak ada kerusakan struktural yang fatal pada gedung kantor.
Titik utama kerusakan justru menyasar pada simbol institusi di bagian depan.
“Kerusakan kaca tidak ada,” kata Rendy.
Baca juga: Duduk Perkara Wali Kota Denpasar Dipolisikan Gegara Ucapan Penonaktifan BPJS PBI
Hingga saat ini, pihak BPJS Kesehatan mengaku masih meraba-raba alasan di balik aksi teror tersebut.
Saat ditanya mengenai motif atau pesan yang ingin disampaikan para pelaku, Rendy belum bisa memberikan jawaban pasti.
“Belum tahu pasti. Belum tahu pasti tujuannya seperti apa,” ucapnya.
BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Lapor Polisi
Pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar resmi menempuh jalur hukum terkait aksi penyerangan dan perusakan yang menyasar kantor tersebut.
Laporan resmi tersebut kini telah diterima dan didalami jajaran Polda Bali.
Rendy mengonfirmasikan, pihaknya tidak tinggal diam atas insiden anarkis yang dilakukan oleh sekelompok OTK tersebut.
“Bahwa benar memang terjadi kejadian tersebut dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang ditindaklanjuti,” ujar Rendy.
Mengingat eskalasi massa dan adanya pesan politik dalam spanduk yang dipasang, kasus ini langsung mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.
Polda Bali Turun Tangan
Polda Bali telah turun tangan dengan menerjunkan tim Identifikasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Laporannya ke Polda tadi, tim Identifikasi dari Polda sudah olah TKP,” beber Kompol Tomiyasa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya batu yang digunakan untuk melempar kantor, spanduk bertuliskan “Wali Kota Pembohong” serta rekaman CCTV yang merekam jelas detik-detik kedatangan hingga pelarian para pelaku.
Pihak kepolisian kini memburu para pelaku berdasarkan petunjuk dari rekaman kamera pengintai dan keterangan saksi-saksi di lokasi.
“Awal pelaporan ditangani oleh Polresta Denpasar, sehingga unit identifikasi Polresta segera ke lokasi untuk melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti-bukti petunjuk,” beber Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy.
Dalam operasi pengamanan di TKP, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan dalam penyerangan tersebut.
“Ada satu buah batu ukuran besar dan tiga buah batu ukuran kecil yang digunakan untuk melempar kantor. Dua buah spanduk bertuliskan Wali Kota Pembohong dan Save APBD BPJS Untuk Rakyat Miskin,” paparnya.
Kombes Pol Sandy menyampaikan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
Berdasarkan laporan awal, pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut berupaya menyembunyikan identitas mereka saat melancarkan aksinya.
“Pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan. Para pelaku diketahui menggunakan masker wajah untuk menghindari identifikasi petugas di lapangan,” ujar Kombes Pol Sandy.
Kejadian bermula ketika kelompok massa yang mengendarai sepeda motor mendatangi lokasi dan berteriak-teriak di depan kantor.
Kombes Sandy juga membenarkan adanya laporan masuk dari pihak BPJS.
“Ada laporan yang dilaporkan oleh Kabag SDM BPJS Cabang Denpasar. Berkas sudah kami kirim ke Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) untuk proses lanjut,” jelas Kombes Sandy.
Kombes Pol Sandy menjelaskan, pihak Polda Bali melakukan koordinasi internal terkait unit yang akan memimpin penyidikan lebih lanjut.
“Informasi mengenai adanya laporan ke Polda Bali sedang kami cek kepastiannya. Kami akan memastikan apakah Laporan Polisi (LP) ini akan tetap ditangani oleh Polresta Denpasar atau ditarik ke Polda Bali guna percepatan pengungkapan kasus,” jelasnya.
Baca juga: Profil Jaya Negara, Wali Kota Denpasar Minta Maaf, Sebut Prabowo Instruksikan Penonaktifan BPJS PBI
Polda Bali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum di wilayah hukum Bali.
Sementara itu, Kabag Hukum Setda Kota Denpasar, Ni Wayan Legi Sugiati Saputri memberikan tanggapan.
Menurutnya, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak berwajib. Dari Pemkot, posisinya saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
“Peristiwa tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib oleh pemilik kantor atau BPJS. Jadi saya rasa lebih baik ditanyakan kepada BPJS atau pihak yang berwajib. Dari kami dalam posisi menunggu perkembangan lebih lanjut,” ungkapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul OTK Teror Kantor BPJS Denpasar, Lempar Batu dan Pasang Spanduk Provokatif, Polda Bali Turun Tangan,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KANTOR-BPJS-KESEHATAN-DENPASAR-DISERANG-SABTU-MALAM.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.