Senin, 1 Juni 2026

COD HP Berujung Maut, Pemuda di Sumedang Tewas Dibunuh Rekannya Sendiri, Dendam Jadi Alasan

Seorang pemuda di Sumedang ditemukan tak bernyawa setelah diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang yang dikenalnya sendiri saat transaksi COD.

Tayang:
Istimewa/Humas Polres Sumedang
PRIA TEWAS - Warga Dusun Bojong Gawul RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (22/2/2026) pagi. Korban diduga tengah melakukan transaksi jual beli telepon genggam secara cash on delivery (COD) saat peristiwa terjadi. (TribunJabar/Humas Polres Sumedang) 
Ringkasan Berita:
  • Pemuda berusia 23 tahun tewas saat transaksi COD di Desa Girimukti, Sumedang Utara, setelah ditembak airsoft gun dan ditusuk oleh rekannya sendiri.
  • Polisi memastikan tersangka A merencanakan dan melakukan pembunuhan seorang diri dengan motif dendam pribadi serta ingin menguasai empat unit iPhone milik korban.
  • Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berat dengan ancaman hukuman hingga penjara seumur hidup atau pidana mati.

TRIBUNNEWS.COM - Transaksi jual beli telepon genggam secara cash on delivery (COD) yang semula terlihat biasa, berubah menjadi tragedi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. 

Seorang pemuda bernama Juanda (23) ditemukan tak bernyawa setelah diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang yang dikenalnya sendiri.

Terungkap, motif aksi keji tersebut dipicu persoalan dendam pribadi yang bercampur dengan motif ingin menguasai barang milik korban.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (22/2/2026) pagi di Dusun Bojong Gawul RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara.

Warga setempat dikejutkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi terkapar dengan luka serius.

Korban diketahui bernama Juanda (23), warga Dusun Dangdeur, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan.

Menurut keterangan keluarga, Juanda pamit dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB. 

Ia mengatakan hendak menemui seseorang untuk transaksi jual beli handphone.

Sekitar pukul 07.30 WIB, seorang warga melihat Juanda masih duduk di atas sepeda motornya di depan salah satu rumah. 

Tak lama kemudian, seorang saksi lain melihat darah mengucur dari tubuhnya. 

Beberapa saat setelah itu, korban terjatuh dan tergeletak di tanah.

Baca juga: Nasib Pilu Abdul, Kurir Paket di Cianjur Babak Belur Dikeroyok Gara-gara Salah Paham COD

Warga yang panik segera melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian.

Luka Tembak dan Tusukan

Petugas dari Polsek Sumedang Utara bersama jajaran Polres Sumedang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Dalam proses penyelidikan awal, Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah menemukan adanya luka akibat tembakan airsoft gun serta luka tusuk di bagian dada kiri korban. 

"Ditemukan luka tembak airsoft gun dan luka tusuk di bagian dada sebelah kiri," katanya, dikutip dari TribunJabar.

Untuk memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih guna menjalani autopsi.

Kapolres Sumedang, Sandityo Mahardika, menjelaskan bahwa kasus ini awalnya diduga sebagai tindak pidana pencurian dengan kekerasan. 

Namun setelah dilakukan pendalaman, terungkap adanya unsur perencanaan yang dilatarbelakangi dendam pribadi.

“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan keterangan para saksi, serta membawa korban untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Dugaan awal mengarah pada tindak pidana pencurian dengan kekerasan, namun saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh Sat Reskrim,” terangnya.

Pelaku Ditangkap Hanya Berselang Jam

Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengungkap pelaku. 

Pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB, polisi berhasil meringkus pria berinisial A alias Adit Aryasyaputra di wilayah Sumedang Selatan.

Tepatnya di Jalan Pangeran Prabu Geusan Ulun, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, Tanwin Nopiansah, mengatakan pelaku sempat dalam pengejaran sebelum akhirnya berhasil diamankan.

“Benar, pelaku sudah teridentifikasi dan berhasil kami amankan. Kami juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk mempercepat proses pengejaran,” ujarnya.

Penangkapan tersebut sekaligus membongkar motif di balik pembunuhan yang sempat diduga sebagai kasus pencurian dengan kekerasan.

Dendam soal Kehamilan Istri

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pembunuhan ini dilatarbelakangi dendam pribadi. 

Korban diduga pernah melontarkan ucapan yang menyinggung pelaku terkait kehamilan istrinya.

“Disebabkan oleh dendam terhadap korban, karena korban pernah mengatakan anak yang dikandung oleh istri pelaku bukan merupakan anak kandung pelaku,” ungkap AKBP Sandityo Mahardika.

Saat ini, istri pelaku diketahui tengah mengandung lima bulan.

Ucapan tersebut memicu emosi dan menyisakan dendam yang kemudian berkembang menjadi niat untuk menghabisi nyawa korban. 

Selain faktor emosional, polisi juga menemukan motif lain, yakni keinginan pelaku untuk menguasai barang berharga milik korban dalam skenario transaksi COD palsu.

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 459 KUHP, Pasal 458 KUHP, dan Pasal 479 KUHP, yang ancaman hukumannya mencapai pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. 

Polisi terus mendalami kasus ini untuk memastikan semua bukti dan saksi dapat menguatkan proses hukum.

Direncanakan Sendiri, Tanpa Keterlibatan Pihak Lain

Perkembangan terbaru dari penyidikan mengungkap bahwa aksi pembunuhan terhadap Juanda dilakukan sepenuhnya oleh tersangka seorang diri. 

Polisi memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan kejahatan tersebut.

Tersangka diketahui berinisial A alias Adit Aryasyaputra.

Ia dan korban diketahui saling mengenal dan bahkan sempat berteman.

Sandityo Mahardika, menegaskan bahwa seluruh skenario pembunuhan dirancang sendiri oleh tersangka, mulai dari mengatur pertemuan hingga eksekusi di lokasi kejadian.

“Tersangka melakukan perencanaan pembunuhan seorang diri, sehingga semua rencana awal sampai akhir hasil sendiri, dan tersangka membunuh,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Sumedang, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, penyidik telah menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, namun tidak ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

“Hubungan antara pelaku dan korban kurang lebih teman. Tapi tidak ada indikasi pelaku bekerja sama dengan orang lain,” tambahnya.

Menyiapkan Segalanya sebelum Eksekusi

Tak hanya itu, tersangka disebut telah mempersiapkan aksinya dengan cukup matang. 

Untuk membiayai aksinya, pelaku bahkan rela menggadaikan mobil pribadinya. 

Dana tersebut digunakan untuk membeli airsoft gun. 

Setelah itu, ia menyewa kendaraan lain agar pergerakannya tidak mudah terlacak dan untuk menjemput korban seolah-olah menuju lokasi transaksi.

Dalam perjalanan menuju kawasan Girimukti, tersangka juga mengambil sebilah pisau yang kemudian menjadi alat utama dalam aksi penusukan. 

Polisi menilai langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya perhitungan dan persiapan yang matang.

Setibanya di lokasi yang relatif sepi, korban ditembak menggunakan airsoft gun dan kemudian ditusuk hingga meninggal dunia. 

Aksi tersebut dilakukan di dalam mobil sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Setelah memastikan korban tidak lagi bernapas, tersangka membawa kabur barang-barang milik korban.

 olisi mengungkap, sedikitnya empat unit iPhone yang sedianya akan dijual dalam transaksi COD tersebut dibawa oleh pelaku.

(Tribunnews.com/Farra) (TribunJabar/Kiki Andriana)

Sebagian artikel ini telah tayang di BREAKING NEWS: Pria di Sumedang Hilang Nyawa Diduga usai COD HP, Warga Kaget Lihat Darah, Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Pria di Sumedang Saat COD, Korban Ditembak Airsoft Gun, Terungkap Motif Pelaku Habisi Nyawa Rekan Sendiri Saat COD Ponsel di Sumedang dan Update COD Maut Sumedang: Polisi Tegaskan Adit Beraksi Tunggal, Gadai Mobil Demi Beli Senjata

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved