Rabu, 13 Mei 2026

Puluhan Usaha Kecil Ikuti Program Desa Emas 2026 Majalengka, Ini Kata Sandi Uno

Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan mengatakan pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
PELATIHAN - Sebanyak lebih dari 40 warga peserta Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 Majalengka, mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja. Workshop dan Optimalisasi Pelatihan Pembuatan Hampers hingga pemasaran tersebut diprakarsai INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara dilaksanakan di Gedung Yudha Karya Bakti Negara, Jl. Ahmad Yani Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Jumat (20/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 40 warga mengikuti workshop pembuatan produk inovatif yang digagas INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara. Peserta UMKM akan mendapat pendampingan intensif, mulai dari produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran jelang momen Lebaran.
  • Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja, serta mengangkat produk unggulan lokal agar punya nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak lebih dari 40 warga peserta Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 Majalengka, mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Workshop dan Optimalisasi Pelatihan Pembuatan Hampers hingga pemasaran tersebut diprakarsai INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara dilaksanakan di Gedung Yudha Karya Bakti Negara, Jl. Ahmad Yani Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Jumat (20/2/2026).

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan didampingi selama enam bulan dalam program tersebut.

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan megiatan kick off ini merupakan langkah awal peluncuran program dengan tujuan dengan dukungan dari stakeholder pemerintah desa, para UPD terkait dan para peserta yang telah lolos kurasi.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di hari raya idul fitri lewat workshop ini diharapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Sandiaga Uno.

Program Desa EMAS diharapkan Sandiaga Uno dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dengan memberdayakan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan yang berbasis pada potensi lokal. 

"Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," jelas dia.

Beberapa manfaat dari Program Desa EMAS sendiri diantaranya yaitu Meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan produk unggulan, memberdayakan pelaku UMKM dengan pelatihan dan akses ke pasar, dan Mendorong perluasan pemasaran produk kerajinan agar lebih meluas.

Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan mengatakan pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi "Majalengka Langkung Sae". 

Visi ini kata dia menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pilar utama dengan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak utamanya. 

"Mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, memberikan kesempatan serta manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ujar Dena.

Ia menyebutnya menjalankan berbagai program yang selaras dengan Desa EMAS diantaranya yakni GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) yang melibatkan 144 pelaku usaha dengan pemberian bantuan modal senilai Rp10 juta bagi 25 pemenang untuk mendorong UMKM naik kelas.

Lokal Go Viral: Strategi branding untuk memperkuat identitas visual dan pemasaran digital agar produk lokal dikenal luas.

Serta Program MADU'E: Upaya mendorong produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional (ekspor).

"Kami juga memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM (Sentra Industri Kecil dan Menengah) untuk standarisasi produksi," jelas dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved