Berita Viral
Motif Mahasiswa Bacok Mahasiswi di UIN Riau, Pelaku Ingin Bunuh Korban karena Sudah Punya Pacar
Cinta ditolak diduga jadi motif pembacokan mahasiswi UIN Riau. Pelaku disebut sudah berniat membunuh.
Ringkasan Berita:
- Mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), dibacok di area kampus Pekanbaru, Kamis pagi.
- Polisi menyebut motif sementara karena sakit hati dan cinta ditolak, korban hendak memutuskan hubungan.
- Tersangka datang dari Bangkinang membawa dua senjata tajam, kapak dan parang, diduga sudah merencanakan aksi.
- Kasus ini menambah daftar 4.472 kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2025, pelaku akan jalani tes kejiwaan dan urine.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.
Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), menjadi korban pembacokan di area kampus, Kota Pekanbaru, Kamis (26/2/2026) pagi.
Kasus ini menambah daftar kekerasan berbasis relasi personal yang terjadi di ruang publik, termasuk kampus yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswa.
Terkait hal tersebut, kasus ini menambah panjang daftar kasus kekerasan terhadap perempuan.
Komnas Perempuan pada tahun 2025 mencatat ada 4.472 kasus kekerasan terhadap perempuan.
Pihak kepolisian pun membongkar motif sementara terkait aksi pembacokan ini.
Pelaku, Raihan Mufazzar (21) ternyata sudah berniat untuk membunuh korban.
Kasat Reskrim Polresta pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, motif sementara dari aksi yang dilakukan oleh tersangka adalah karena sakit hati.
Tersangka merasa sakit hati cintanya ditolak oleh korban.
"Motif sementara ini karena cinta ditolak," ujar Anggi, dikutip dari TribunPekanbaru.com.
Anggi juga menuturkan bahwa pelaku sengaja datang dari rumahnya untuk membunuh korban dengan membawa dua senjata tajam, kapak dan parang.
Baca juga: Nasib Mahasiswa UIN Riau yang Bacok Mahasiswi, Terancam 12 Tahun Penjara, Sudah Siapkan Sajam
"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.
Pihak kepolisian pun terus melakukan pendalaman.
Tersangka akan menjalani pemeriksaan kejiwaan serta tes urine.
"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine," jelas Anggi.