Terungkap Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta Usulan Langsung Pimpinan DPRD Sumsel
Sekwan DPRD Sumsel bocorkan pengadaan meja biliar Rp 486 juta adalah usulan langsung dari pimpinan dewan bukan inisiatif dari Sekretariat.
Ringkasan Berita:
- Sekretaris DPRD Sumsel, H. Aprizal menegaskan rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan yang memakan anggaran Rp 486,9 juta murni usulan dari pimpinan DPRD Sumsel.
- Aprizal kembali menegaskan usulan itu bukan inisiatif dari pihak Sekretariat.
- Aprizal juga nilai usulan pimpinan untuk meja biliar itu cukup wajar karena ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie adalah ketua umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG – Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Aprizal menegaskan alokasi anggaran dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan dewan yang memakan anggaran fantastis Rp 486,9 juta murni merupakan usulan dari pimpinan DPRD Sumsel.
Usulan itu bukan inisiatif dari pihak Sekretariat.
"Iya, itu usulan dari pimpinan lah bukan dari Sekretariat," kata Aprizal, Minggu (8/3/2026).
Dijelaskan Aprizal usulan pimpinan untuk meja biliar itu sendiri, diakuinya cukup wajar karena ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie adalah ketua umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.
"Karena ketua kan adalah ketum biliar Sumsel jadi wajar," ujarnya.
Kelanjutan Meja Biliar Rp 486,9 Juta
Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.
"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing,' paparnya.
Baca juga: Reaksi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie soal Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta di Rumah Dinasnya
Disinggung, kenapa hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal sendiri belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.
"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid dan akan ditanya ke bagian umum dulu," tuturnya.
Ditambahkan Sekwan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut, dimana wakil ketua Ilyas Panji dikatakan lebih besar anggarannya dibanding yang diperuntukan bagi ketua Andie Dinialdie.
"Nah, itulah nanti aku cek dulu ke bagian umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa pak Ilyas lebih mahal dibanding ketua, maka akan saya cek dulu. tetapi yang wakil ketua pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya dan akan saya cari Informasinya," tukasnya.
Efisiensi dan Anggaran Meja Biliar
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel Hadiyanto yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel. Data itu merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menpora-amali-saat-mencoba-meja-biliar-di-venue-cabor-biliar-pon-xx-papua.jpg)