Ramadan 2026
Jelang Mudik Lebaran, Relawan Ambulans Solo Perkuat Ilmu Siaga Kebidanan
Relawan ambulans memiliki peran vital sebagai fast response non-medis yang menjamin keselamatan dua nyawa sekaligus, yakni ibu dan janin
Secara medis, posisi ini bertujuan agar rahim yang berat tidak menekan pembuluh darah besar (Aorta) yang terletak di sisi kanan tulang belakang.
Jika ibu hamil besar terlentang, rahim akan menekan pembuluh darah tersebut.
Apabila pembuluh darah tertekan, aliran darah ke jantung bisa terhambat, yang mengakibatkan tensi turun drastis dan berisiko membuat ibu pingsan atau memperparah pendarahan.
"Jika terlentang akibatnya aliran darah ke jantung berkurang, tensi turun, dan ibunya bisa pingsan atau tambah pendarahan. Paling aman miring kiri agar pembuluh darah tidak tertekan," jelas mantan dokter RSUD Karanganyar tersebut.
Selain penanganan ibu hamil, Heryu mengingatkan agar setiap unit ambulans yang bertugas selalu memastikan kesiapan oksigen, cairan infus, serta partus set sederhana untuk mengantisipasi jika proses persalinan terjadi di dalam armada.
Baca juga: Sudah Pola Hidup Sehat Tapi Tetap Terkena Kanker? Dokter Beberkan Penyebabnya
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadikan para relawan sebagai jembatan komunikasi yang efektif antara lokasi penjemputan dan rumah sakit rujukan.
Dengan laporan yang akurat mengenai kondisi pasien selama di perjalanan, tim medis di rumah sakit tujuan dapat melakukan persiapan tindakan penyelamatan segera begitu ambulans tiba.
Sinergi antara kecepatan di jalan raya dan ketepatan penanganan awal inilah yang diharapkan mampu menekan angka fatalitas ibu dan anak selama periode mudik Lebaran 2026 nanti.
(Tribunnews.com/Bobby)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PELATIHAN-BHD-AMBULANS-dr-Heryuristianto-SpOG-spesialis-kebidanan-dari-RS-Mangesti-Rahayu.jpg)