SPBU di Jember Disegel, Dugaan Mafia Solar Subsidi Kini Disorot DPR RI
SPBU di Jember disegel usai dugaan penyelewengan 4.000 liter solar subsidi. Anggota DPRD bahkan dikeroyok saat mengejar truk pengangkut BBM.
Ia akhirnya mengejar truk tersebut bersama rekannya dan anggota kepolisian hingga akhirnya dia disenggol oleh truk bernopol DK 8486 AS tersebut.
David sempat dikeroyok saat mobilnya dihadang oleh 15 orang pemuda yang diduga komplotan dari sopir truk.
"Ternyata mungkin indikasinya mereka adalah teman-temannya si mafia BBM ini," pungkasnya.
Kata BPH Migas
Mengutip TribunJatim.com, Kepala BPH Migas, Wahyu Dianas mendukung penuh langkah hukum yang diambil.
Menurutnya, SPBU yang disegel tersebut berada di jalur alternatif namun harus tetap diperlukan pengawasan.
"Sudah diarahkan dari pihak Kapolres untuk melakukan mitigasi dari sisi data pendukung untuk melakukan penyelidikan,"
"Agar proses hukumnya dapat dilaksanakan secara komprehensif," ujarnya.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke aparat penegak hukum.
"Fungsi kami dengan Pertamina Patra Niaga pastinya sepakat untuk disegel sambil proses untuk penyelidikan lebih lanjut, sampai nanti ada panggilan dari pihak kepolisian," ujarnya.
Kata DPR RI
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi ikut menyoroti kasus penyelewengan solar bersubsidi di Jember ini.
Menurut Bambang, kasus ini jadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengawasan distribusi BBM subsidi.
Ia juga menyampaikan beberapa tanda SPBU yang melakukan penyimpangan distribusi solar subsidi.
"Saya sampaikan ciri-ciri SPBU yang melakukan penyimpangan, misalnya pagi mereka diisi, sore ditutup atau ditulisi solar habis, malam lampunya diredupkan lalu masuk truk dan terjadi pemindahan," katanya, Sabtu (14/3/2026).
Mengutip Kompas.com, ia menyebut praktik penyelewengan ini adalah sebuah kejahatan luar biasa.