Sabtu, 11 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Macet Parah Sampai 35 Km di Pelabuhan Gilimanuk, Mensesneg Minta Maaf

Prasetyo Hadi meminta maaf atas kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali saat masa liburan dan arus mudik Idulfitri tahun 2026.

Penulis: Gita Irawan
Tribunjatim.com/AFLAHUL ABIDIN
ANTREAN DI GILIMANUK- Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta maaf atas kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali saat masa liburan dan arus mudik Idulfitri tahun 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali saat masa liburan dan arus mudik Idulfitri 2026. 
  • Ia menegaskan pemerintah telah bekerja keras mengantisipasi agar kegiatan mudik berjalan lancar.
  • Dalam keterangannya usai memimpin rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Prasetyo mengakui adanya penumpukan kendaraan akibat lonjakan traffic di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. 
  • Ia menekankan bahwa monitoring terus dilakukan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta maaf atas kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, saat masa liburan dan arus mudik Idulfitri tahun 2026.

Dia mengatakan pemerintah telah bekerja keras untuk mengantisipasi dan memastikan seluruh kegiatan mudik pulang kampung dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

Hal itu disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat pada Selasa (17/3/2026).

"Memang ada beberapa kejadian yang apa namanya kami mohon maaf ada penumpukan oleh karena traffic yang cukup luar biasa di penyeberangan Ketapang dan Gilimanuk itu," ucap Prasetyo.

"Tapi sepenuhnya kita melakukan terus monitoring dan petugas-petugas di lapangan bekerja keras untuk mencari solusi supaya bisa bisa mengurangi kemacetan-kemacetan dan antrean-antrean," lanjutnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan masa rentang liburan ini dengan memilih waktu mudik sesuai harapan pemerintah sehingga tidak terjadi penumpukan di satu hari tertentu. 

Prasetyo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan baik itu kepolisian, Kementerian Perhubungan, Danantara dengan seluruh BUMN-nya, Pelindo, ASDP yang telah bekerja keras 

"Termasuk TNI juga diminta oleh Bapak Presiden manakala diperlukan untuk menyediakan transportasi-transportasi yang dimiliki termasuk kapal-kapal laut kita untuk membantu apa kelancaran arus mudik maupun nanti arus balik ke daerah masing-masing," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kemacetan parah terjadi di jalur mudik Denpasar-Gilimanuk sejak kemarin, Minggu (16/3/2026) hingga Senin (17/3/2026) dini hari.

Antrean kendaraan dilaporkan mencapai 35 kilometer.

Kemacetan bahkan mencapai wilayah Jembrana atau sekitar 45 hingga 50 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Dilaporkan Tribun Bali (Tribun Network) sebelumnya, akibat kemacetan itu sebanyak 16 orang pemudik dilaporkan pingsan pada Minggu (15/3/2026).

Mereka telah mendapatkan penanganan medis oleh Satgas Banops Subsatgas Dokkes dalam Operasi Ketupat 2026.

Sedangkan satu orang lainnya menerima layanan medis tindakan jahit karena sebelumnya terlindas ban kendaraan lain.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved