Rabu, 3 Juni 2026

Gaji Wiharni 30 Tahun Jadi Abdi Dalem Keraton Solo Cuma Rp150 Ribu per Bulan, Ikhlas Mengabdi

Kisah abdi dalem Keraton Solo, Wiharni mengabdi selama 30 tahun digaji Rp150 ribu per bulan. Ikhlas mengabdi menjaga pusaka keraton.

Tayang:
TribunSolo.com/Chrysnha Pradipha/Ahmad Syarifudin
KERATON SOLO - Seorang abdi dalem Keraton Solo, Wiharni (69) atau Nyai Lurah Harso Pusoko. Dia menyebut hanya digaji Rp150 ribu per bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Kisah abdi dalem Keraton Solo, Wiharni mengabdi selama 30 tahun.
  • Per bulannya ia hanya menerima gaji senilai Rp150 ribu. Namun, ia ikhlas mengabdi.
  • Wiharni dipercaya untuk menjaga di Ndalem Ageng tempat pusaka keraton.

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah laju modernisasi dan perubahan sosial yang cepat, keberadaan abdi dalem keraton tetap menjadi bagian penting dari wajah kebudayaan Indonesia. 

Mereka bukan sekadar pelayan istana, melainkan simbol dedikasi, loyalitas, dan penjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan turun-temurun.

Seperti halnya Wiharni (69), seorang abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo.

Wiharni sudah menjadi abdi dalem Keraton Solo selama 30 tahun, meneruskan orang tuanya.

Ia menjadi abdi dalem tepatnya pada masa pemerintahan Pakubuwono (PB) XII.

Meski telah puluhan tahun mengabdi, Wiharni hanya menerima gaji Rp150 ribu per bulan.

Kendati demikian, ia mengaku ikhlas mengabdi di Keraton Kasunanan Surakarta.

“Mbah lahir batin ngabdi, tidak hanya raganya, jiwanya. Saya di Ndalem Ageng, tempat pusaka. (Gaji) saya Rp150 ribu per bulan,” katanya saat ditemui TribunSolo.com di Sasana Hadi, Selasa (17/3/2026).

Wiharni mengingat saat dirinya pertama kali menjadi abdi dalem, yakni saat peresmian Sasana Hondrowino.

Saat itu, Sasana Hondrowino diresmikan oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Joop Ave.

“Saya jadi abdi dalem sudah lama. Jadi gusti-gusti itu kecil-kecil mbah tahu. Saya mempunyai suami, berumah tangga, anak-anak sudah besar, saya ngabdi dalem lagi."

Baca juga: Kata Keraton Solo soal PB XIV Purbaya Jadi Sorotan usai Naik Pajero saat Kirab

"Karena orang tua saya abdi dalem semua, jadi saya meneruskan. Saya masuk abdi dalem Hondrowino mulai dibangun. Saat pelestarian, Pak Menteri Joop Ave meresmikan, saya resmi jadi abdi dalem, PB XII,” jelas Wiharni.

Dari Keraton Solo, Wiharni mendapat gelar Ibu Nyai Lurah Harso Pusoko.

Selama puluhan tahun menjadi abdi dalem Keraton Solo, Wiharni dipercaya untuk menjaga di Ndalem Ageng tempat pusaka keraton.

Wiharni pun berharap Keraton Solo bisa kembali memunculkan marwah sebagai simbol kebudayaan adiluhung peradaban Jawa.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved